Tiga pria di Inggris dijatuhi hukuman penjara antara enam tahun sembilan bulan hingga sebelas tahun setelah merancang skema pencurian mata uang kripto senilai $5,4 juta dengan menyamar sebagai petugas polisi dan membuat situs web polisi palsu. Hamza Bashir, Kevin Nwamma, dan Anthony Ikenwe menipu para korban di seluruh Inggris agar memindahkan kripto mereka ke alamat dompet yang ditampilkan sebagai akun aman yang dikendalikan polisi. Investigasi dimulai pada Januari 2025 setelah seorang korban melaporkan penipuan tersebut ke Kepolisian Metropolitan Inggris, yang menemukan jejak belanja mewah senilai termasuk mobil £60.000, barang-barang desainer dari Harrods, Hermès, Louis Vuitton, dan Rolex, perjalanan internasional ke Thailand, Jepang, Paris, Mykonos, Maladewa, dan Seychelles, serta £500.000 uang tunai yang dipulihkan dari brankas penyimpanan. Geng tersebut memanfaatkan ketakutan para korban dengan melakukan panggilan dingin kepada pemegang kripto dan memperingatkan bahwa dana mereka dalam ancaman, lalu mengarahkan mereka memindahkan aset secara mendesak ke dompet yang dikendalikan geng. Kasus ini mencerminkan perlakuan pengadilan Inggris yang semakin tegas terhadap penipuan kripto seiring adopsi aset digital tumbuh, sementara para pelaku mengeksploitasi psikologi manusia alih-alih celah teknis.
Geng Menyamar Sebagai Petugas Polisi dan Membangun Situs Web Palsu untuk Mencuri Kripto
Geng tersebut melakukan panggilan dingin kepada pemegang mata uang kripto dan berpura-pura sebagai petugas polisi, memperingatkan para korban bahwa dana mereka dalam ancaman, demikian menurut Kepolisian Metropolitan Inggris. Geng itu membuat situs web polisi palsu yang dirancang untuk menambah kredibilitas atas panggilan mereka, memberi para korban tempat untuk memverifikasi keabsahan operasi. Para korban memindahkan mata uang kripto mereka ke alamat dompet yang dikendalikan geng, dan dalam beberapa kasus juga menyerahkan kredensial ke akun mereka sendiri. Kombinasi tekanan lewat telepon dan keberadaan web yang meyakinkan mengalahkan keraguan, dengan memanfaatkan fakta bahwa aset kripto berada di luar perlindungan perbankan tradisional tanpa tim penipuan bank untuk dihubungi dan tanpa mekanisme chargeback.
Dana Hasil Curi Diubah Jadi Kartu Pembayaran dan Dibelanjakan untuk Barang Mewah serta Perjalanan
Setelah dana dipindahkan, geng mengonversi sebagian besar mata uang kripto yang dicuri menjadi kartu pembayaran, sebuah metode yang memungkinkan aset digital dibelanjakan di lingkungan ritel biasa. Hasil pencucian kemudian digunakan untuk membeli mobil senilai £60.000 ($81.000), berbelanja di Harrods, Hermès, Louis Vuitton, dan Rolex, serta melakukan perjalanan internasional ke Thailand, Jepang, Paris, Mykonos, Maladewa, dan Seychelles. Polisi memulihkan £500.000 ($674.000) uang tunai dari brankas penyimpanan yang terhubung dengan kelompok tersebut. Salah satu pria itu telah mendeklarasikan pendapatan tahunan hanya sebesar £444 ($600) kepada pihak berwenang, celah yang turut berkontribusi pada terbongkarnya operasi.
Laporan Korban pada Januari 2025 Memicu Investigasi Kepolisian Metropolitan
Kepolisian Metropolitan meluncurkan investigasinya setelah seorang korban maju pada Januari 2025 untuk melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Laporan tunggal itu mengurai seluruh operasi karena para penyidik menelusuri catatan belanja, brankas penyimpanan, dan konversi kartu pembayaran. Kasus ini menyoroti bahwa meski blockchain bisa bersifat pseudonim, begitu dana curian menyentuh ekonomi nyata melalui mobil, hotel, dan toko desainer, jejak kertas menjadi dapat dilacak.
Bashir Dijatuhi Hukuman Enam Tahun Sembilan Bulan, Nwamma dan Ikenwe Masing-Masing Dapat Sebelas Tahun
Hamza Bashir, 23, dijatuhi hukuman enam tahun dan sembilan bulan penjara. Kevin Nwamma, 25, dan Anthony Ikenwe, 29, masing-masing menerima hukuman sebelas tahun. Perbedaan hukuman kemungkinan mencerminkan tingkat keterlibatan yang berbeda, meski Kepolisian Metropolitan belum merinci peran spesifik masing-masing individu. Hukuman sebelas tahun untuk penipuan kripto di Inggris menandakan betapa seriusnya pengadilan menangani kategori kejahatan ini seiring adopsi aset digital meningkat.
FAQ
Bagaimana geng mencuri mata uang kripto?
Mereka menyamar sebagai petugas polisi dan membuat situs web polisi palsu, meyakinkan para korban agar menyetor kripto mereka ke alamat dompet yang ditampilkan sebagai akun polisi yang aman. Dalam beberapa kasus, para korban juga menyerahkan akses ke akun mereka sendiri.
Apa yang terjadi pada dana hasil curian?
Mata uang kripto yang dicuri diubah menjadi kartu pembayaran, lalu dibelanjakan untuk mobil senilai £60.000, barang-barang dari Harrods, Hermès, Louis Vuitton, dan Rolex, serta perjalanan ke Thailand, Jepang, Paris, Mykonos, Maladewa, dan Seychelles. Polisi juga memulihkan £500.000 uang tunai dari brankas penyimpanan yang terkait dengan geng.
Kapan geng ditangkap dan apa vonisnya?
Geng tersebut ditangkap setelah seorang korban melaporkan penipuan itu kepada Kepolisian Metropolitan pada Januari 2025. Hamza Bashir mendapat vonis enam tahun dan sembilan bulan. Kevin Nwamma dan Anthony Ikenwe masing-masing dijatuhi hukuman sebelas tahun penjara.