Transport International Holdings (00062), perusahaan induk Kowloon Motor Bus (KMB), mengumumkan bahwa pihaknya memperkirakan laba dasar untuk periode interim yang berakhir pada Juni akan turun sekitar 45% hingga 55%. Krisis Timur Tengah yang masih berlangsung telah mendorong harga bahan bakar internasional melonjak dari sekitar $90 per barel pada akhir Februari menjadi puncak yang melebihi $250 per barel, hampir tiga kali lipat. Meski ada subsidi sementara untuk bahan bakar dan biaya terowongan dari pemerintah Hong Kong SAR serta langkah pengendalian biaya internal yang diterapkan oleh grup, kinerja keuangan perusahaan tetap terdampak negatif. Laba dasar pada periode yang sama tahun lalu sebesar HK$285 juta.
Harga Bahan Bakar Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat akibat Krisis Timur Tengah
Perusahaan menyatakan bahwa krisis Timur Tengah yang masih berlangsung telah menyebabkan harga bahan bakar internasional melonjak tajam dan volatilitas meningkat. Sejak akhir Februari, harga bahan bakar telah naik secara signifikan dari sekitar $90 per barel menjadi puncak yang melebihi $250 per barel. Meskipun harga bahan bakar internasional terbaru turun dari puncaknya, kondisi pasar masih sangat volatil.
Subsidi Pemerintah dan Pengendalian Biaya Diterapkan untuk Mengimbangi Dampak
Pemerintah Hong Kong SAR telah memberikan subsidi sementara untuk bahan bakar dan biaya terowongan guna mengurangi dampak finansial terhadap operator transportasi. Transport International Holdings juga menerapkan berbagai langkah pengendalian biaya untuk mengurangi dampak buruk terhadap keuangannya. Namun, kinerja keuangan grup pasti terpengaruh secara negatif meski intervensi tersebut dilakukan.
Hasil Konsolidasian Diharapkan Diumumkan Bulan Depan
Hasil konsolidasian perusahaan diperkirakan akan diumumkan bulan depan.
FAQ
Apa yang menyebabkan laba interim Transport International Holdings turun?
Penurunan laba sebesar 45% hingga 55% terutama disebabkan lonjakan tajam harga bahan bakar internasional yang didorong oleh krisis Timur Tengah yang masih berlangsung. Harga bahan bakar naik dari sekitar $90 per barel pada akhir Februari menjadi puncak yang melebihi $250 per barel.
Langkah apa yang diambil untuk mengurangi dampak kenaikan biaya bahan bakar?
Pemerintah Hong Kong SAR memberikan subsidi sementara untuk bahan bakar dan biaya terowongan, dan Transport International Holdings menerapkan berbagai langkah pengendalian biaya internal untuk mengurangi dampak finansial yang merugikan.