Menurut Badan Berita Fars Iran, pada 14 Juli, lebih dari 180 anggota parlemen Iran mengeluarkan pernyataan yang menuntut “balas dendam” dan “hukuman” terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran. Para legislator menyerukan penguatan kemampuan pertahanan serta pembentukan komite khusus untuk meninjau negosiasi dan nota kesepahaman Iran-AS, sambil berjanji mendukung angkatan bersenjata Iran.
Reza'i, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di parlemen, menyatakan di media sosial bahwa pihak lawan telah memasuki kondisi perang dan melanggar semua klausul perjanjian AS, sehingga membuatnya batal.