Menurut Nikkei Economic Daily, volatilitas intraday Nikkei 225 mencapai 2,5% pada bulan Juli per 27 Juli, didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan pada ETF leverage semikonduktor Korea yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix. Indeks tersebut mengalami fluktuasi besar dalam sesi, sempat naik lebih dari 600 poin sebelum berbalik tajam.
Volatilitas yang tinggi ini menandai pola yang tidak lazim bagi pasar Jepang. Volatilitas intraday di atas 2% selama tiga bulan berturut-turut merupakan yang pertama sejak April 2009, setelah krisis Lehman Brothers. Para analis mencatat bahwa perdagangan ETF leverage Korea memperkuat pergerakan harga, sementara saham semikonduktor Jepang seperti Kioxia memantau pergerakan rekan-rekan Korea mereka secara real time, sehingga memicu efek limpahan ke indeks Nikkei yang lebih luas.