Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada 14 waktu setempat bahwa mereka melakukan serangan udara skala besar yang menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait. IRGC Angkatan Laut dan Pasukan Dirgantara menyatakan serangan itu dilakukan sebagai bagian dari fase ketiga “Operasi Nasr 2”, menggunakan rudal dan drone dalam serangan simultan yang diluncurkan beberapa jam sebelum pengumuman. Operasi tersebut dijelaskan sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap beberapa pangkalan pesisir Iran yang terjadi lebih awal pada sore hari yang sama. Sasaran serangan adalah Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, tempat IRGC mengklaim telah menghancurkan atau merusak hangar penyimpanan persenjataan serta area penempatan drone MQ-9. Eskalasi ini mencerminkan ketegangan regional yang terus berlanjut terkait penutupan Selat Hormuz dan konfrontasi militer AS-Iran.
Serangan IRGC ke Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait
IRGC mengumumkan bahwa selama operasi, pihaknya “menghancurkan beberapa hangar yang menyimpan senjata musuh, kapal angkatan laut, dan komponen pesawat di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.” Pernyataan tersebut juga merinci bahwa pasukan itu “menyerang area penempatan drone MQ-9 di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, menghancurkan atau merusak banyak drone.” IRGC menegaskan bahwa serangan itu merupakan pembalasan langsung atas tindakan militer AS terhadap instalasi pesisir Iran lebih awal pada tanggal 14.
IRGC Memperingatkan Pembalasan Berlanjut dan Pemblokiran Ekspor
IRGC menyatakan, “Selama Amerika Serikat terus melakukan tindakan kriminalnya, pembalasan dan hukuman terhadap para pelaku agresi akan terus berlanjut, dan jika agresi tersebut diulang, AS akan menghadapi respons yang tidak terduga.” Organisasi itu juga memperingatkan, “Selama provokasi AS di wilayah tersebut terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak maupun gas yang diekspor dari wilayah ini,” sambil menambahkan bahwa “agresi seperti itu hanya akan mengakibatkan penundaan lebih lanjut dalam pembukaan kembali Selat Hormuz.”
FAQ
Apa yang diserang IRGC pada 14 waktu setempat?
IRGC melakukan serangan udara terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait pada 14 waktu setempat. Sasaran termasuk Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, tempat hangar penyimpanan persenjataan dan peralatan dihancurkan, serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, tempat area penempatan drone MQ-9 diserang.
Mengapa IRGC melakukan serangan ini?
IRGC menyatakan serangan itu adalah pembalasan atas serangan AS terhadap beberapa pangkalan pesisir Iran yang terjadi lebih awal pada sore hari pada 14. Operasi tersebut merupakan bagian dari fase ketiga “Operasi Nasr 2” dan dijelaskan sebagai respons langsung terhadap apa yang IRGC sebut sebagai “tindakan kriminal AS.”