Menurut CNN, otoritas yang baru dibentuk Iran untuk Selat Teluk Persia, Persian Gulf Strait Authority (PGSA), mengeluarkan peraturan baru pada 7 Mei yang mewajibkan semua kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk mengirimkan informasi rinci sebelum lewat. Dokumen berjudul “Vessel Information Declaration” itu berisi lebih dari 40 pertanyaan yang meminta nama kapal, nomor identifikasi, nama sebelumnya, negara bagian bendera, dan tujuan. Dokumen ini juga mewajibkan pengungkapan pemilik kapal terdaftar, operator, kewarganegaraan kru, serta rincian kargo. Semua informasi harus dikirim melalui email sebelum transit. PGSA menyatakan bahwa “informasi yang lengkap dan akurat sangat penting untuk memproses permohonan transit kapal,” sambil menambahkan bahwa pemohon bertanggung jawab atas setiap kesalahan atau kelalaian dalam pengajuan mereka.