Goldman Sachs Peringatkan Reli Laba AI Hampir Berakhir Saat Leverage Berbalik Arah

GS-0,05%
MU-1,19%
NVDA4,06%
MSFT0,19%
AMZN-0,68%

Goldman Sachs portfolio strategist Christian Müller-Glissmann mengatakan pada 11 Mei (waktu setempat) di Bloomberg TV bahwa kejutan laba yang didorong AI tampaknya sudah mendekati akhir. Ia menjelaskan bahwa arus leverage yang masuk ke saham semikonduktor berbalik arah, sehingga kenaikan harga saham lebih lanjut menjadi sulit meski laba kuat. Goldman memperkirakan pertumbuhan laba kuartal 2 S&P 500 sebesar 22% year-over-year, tetapi analis mencatat bahwa ekspektasi investor sudah naik begitu tinggi sehingga beat laba saja mungkin tidak lagi mendorong kenaikan saham.

Saham Semikonduktor Turun Meski Laba Kuat

Müller-Glissmann mengatakan kepada Bloomberg TV bahwa meski laba kuartal 2 (April–Juni) kemungkinan melampaui perkiraan pasar, ekspektasi investor yang tinggi membuat beat laba sederhana akan kesulitan mendorong saham naik lebih tinggi. Ia menggambarkan situasi saat ini sebagai "arus leverage yang berlebihan ke semikonduktor berbalik," seraya menambahkan bahwa panduan dan rencana investasi manajemen akan menjadi variabel yang lebih penting ketimbang laba itu sendiri pada musim laporan laba mendatang.

Penerima manfaat memori AI, Micron, mengalami reli tajam yang mulai mendingin, sementara NVIDIA turun sekitar 16% dari level tertinggi sepanjang masa. Rasio harga terhadap laba (PER) forward NVIDIA 12 bulan turun menjadi 18x, level terendah sejak 2019, menurut analisis Goldman.

Goldman Sachs Membantah Klaim Gelembung AI

Goldman Sachs menarik garis terhadap klaim bahwa siklus investasi AI telah berakhir. Dalam wawancara 1 Mei (waktu setempat) dengan Business Insider, Ben Snyder, chief US equity strategist Goldman Sachs, membantah teori gelembung AI dan menilai bahwa arus investasi AI masih tetap kuat.

Snyder menyoroti fakta bahwa PER forward S&P 500 turun meski indeks naik lebih dari 20% dalam setahun terakhir, dengan mengatakan, "Kenaikan terbaru bukan gelembung sederhana, melainkan hasil yang didukung pertumbuhan laba perusahaan." Ia menambahkan, "Ketika skeptisisme tetap ada di pasar, bukan semua orang berteriak optimisme, itu justru situasi yang lebih sehat."

Sebagian pengamat pasar khawatir hyperscaler seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Alphabet dapat memperlambat investasi pusat data jika mereka gagal mengonfirmasi profitabilitas dibandingkan belanja AI. Namun, Snyder memperkirakan ekspansi investasi infrastruktur AI kemungkinan akan terus berlanjut.

Goldman Mengidentifikasi Infrastruktur AI dan Hyperscaler sebagai Area Investasi Kunci

Goldman Sachs menyebut infrastruktur AI, infrastruktur daya, dan hyperscaler sebagai sektor investasi AI utama yang perlu diikuti. Perusahaan memperkirakan perusahaan semikonduktor, peralatan server, dan peralatan jaringan akan mendapat manfaat langsung dari ekspansi investasi AI.

Goldman memproyeksikan kebutuhan daya pusat data akan meningkat 50% pada 2027 dan hingga 165% pada 2030, mengidentifikasi infrastruktur daya sebagai sektor penerima manfaat utama. Perusahaan juga menganalisis bahwa perusahaan hyperscaler termasuk Microsoft, Amazon, Meta, Alphabet, Oracle, dan IBM relatif terabaikan tahun ini dibandingkan perusahaan semikonduktor, tetapi kini diperdagangkan di bagian bawah dari rentang PER 10 tahun mereka, sehingga menghadirkan peluang investasi baru.

FAQ

Apa yang dikatakan Goldman Sachs tentang saham AI pada 11 Mei?
Goldman Sachs portfolio strategist Christian Müller-Glissmann mengatakan di Bloomberg TV pada 11 Mei (waktu setempat) bahwa kejutan laba yang didorong AI tampaknya sudah mendekati akhir, karena arus leverage yang masuk ke saham semikonduktor berbalik meski laba kuat.

Mengapa saham semikonduktor turun meski laba bagus?
Müller-Glissmann menjelaskan bahwa arus leverage yang berlebihan ke saham semikonduktor berbalik arah, dan ekspektasi investor sudah naik begitu tinggi sehingga beat laba saja tidak lagi bisa mendorong kenaikan harga saham lebih lanjut. PER forward NVIDIA turun ke 18x, level terendah sejak 2019, meski fundamental perusahaan kuat.

Sektor apa yang direkomendasikan Goldman Sachs untuk investasi AI?
Goldman Sachs mengidentifikasi infrastruktur AI, infrastruktur daya, dan hyperscaler sebagai area investasi kunci. Perusahaan memproyeksikan kebutuhan daya pusat data akan naik 50% pada 2027 dan hingga 165% pada 2030, serta mencatat bahwa saham hyperscaler diperdagangkan di bagian bawah dari rentang PER 10 tahun mereka.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar