#DeFiLossesTop600MInApril
Ripple CEO Kirim Sinyal Kuat untuk XRP dari Las Vegas
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, kembali menegaskan secara terbuka komitmen kuat perusahaan terhadap XRP di konferensi Bitcoin 2026, langsung menanggapi narasi yang menyebut Ripple telah meninggalkan native token-nya.
Pengumuman tersebut hadir bersamaan dengan kabar bahwa Ripple sedang melakukan ekspansi agresif ke Timur Tengah dan Afrika.
CEO Hadapi Keraguan
Berbicara di konferensi di Vegas, Garlinghouse menyampaikan pesan tegas untuk para kritikus. Ia menuturkan bahwa Ripple tetap menjadi holder terbesar XRP di seluruh dunia dan akan terus mendukung kesuksesan token tersebut.
“Ripple sangat berkomitmen untuk menjadikan XRP sebagai aset digital yang paling berguna, paling likuid, dan paling tepercaya,” ujar Garlinghouse.
Pernyataan tersebut secara langsung menanggapi kritik yang terus muncul bahwa Ripple telah meninggalkan XRP. Beberapa pengamat menilai bahwa perusahaan lebih fokus ke solusi pembayaran institusional seperti RippleNet dan xCurrent, yang tidak memerlukan token.
Pernyataan Garlinghouse menandakan bahwa adopsi institusional dan penggunaan XRP merupakan strategi yang saling melengkapi, bukan bersaing.
Ekspansi di Timur Tengah Meningkat
Selain komitmen terhadap XRP, Ripple mengumumkan pembukaan kantor pusat regional baru di Dubai International Financial Centre (DIFC), Dubai.
Langkah ini menempatkan Ripple untuk memperluas operasinya di seluruh Timur Tengah dan Afrika. Wilayah ini memberikan peluang besar untuk pengembangan infrastruktur pembayaran dan adopsi teknologi blockchain.
Platform treasury Ripple memproses volume pembayaran tahunan sebesar US$12,5 triliun melalui 13.000 bank yang terhubung. Ekspansi ke Timur Tengah dapat membuka tambahan volume transaksi dari institusi keuangan dan penyedia pembayaran di kawasan tersebut.
Pembelaan Komunitas XRP
Pernyataan CEO Ripple ini mendapat sambutan hangat dari para anggota komunitas XRP yang hadir di konferensi. Bertahun-tahun keraguan terkait komitmen Ripple terhadap XRP telah menimbulkan ketegangan antara perusahaan dan para holder token-nya.
Pernyataan Garlinghouse menjadi bentuk penegasan sekaligus penolakan. Ia menekankan bahwa kepemilikan XRP dalam jumlah besar oleh Ripple membuat posisi perusahaan sejalan dengan kepentingan para holder token. Ripple akan untung jika XRP berhasil.
Keselarasan ini berlawanan dengan narasi yang menyebut Ripple menganggap XRP sebagai beban atau kewajiban lama, bukan aset strategis inti.
Adopsi Institusional dan Integrasi XRP
Pernyataan CEO ini mengindikasikan rencana untuk semakin mengintegrasikan XRP dalam alur pembayaran institusional. Seiring semakin banyaknya institusi yang menggunakan RippleNet, muncul peluang untuk memasukkan settlement XRP pada tipe transaksi tertentu.
Garlinghouse juga menekankan keinginan menjadikan XRP sebagai aset digital paling likuid. Upaya ini meliputi pembangunan infrastruktur agar institusi keuangan mudah memperdagangkan dan menyimpan XRP untuk settlement.
Tiga tujuan utama yang disebutkan, yaitu menjadi yang paling berguna, paling likuid, dan paling tepercaya, menggambarkan visi XRP sebagai token utama untuk settlement pembayaran internasional.
Keraguan Masih Ada
namun, tidak semua pengamat memandang strategi Ripple secara positif. Sebagian menilai kegunaan XRP masih terbatas meski sudah dikembangkan bertahun-tahun. Ada juga yang beranggapan stablecoin seperti USDC menawarkan fitur pembayaran yang lebih unggul.
Pada akhirnya, komitmen Ripple terhadap kesuksesan XRP harus terlihat dari data adopsi. Para holder token akan menilai ketulusan perusahaan dari peningkatan volume transaksi dan tingkat adopsi setelah adanya pengumuman ini.
Ripple CEO Kirim Sinyal Kuat untuk XRP dari Las Vegas
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, kembali menegaskan secara terbuka komitmen kuat perusahaan terhadap XRP di konferensi Bitcoin 2026, langsung menanggapi narasi yang menyebut Ripple telah meninggalkan native token-nya.
Pengumuman tersebut hadir bersamaan dengan kabar bahwa Ripple sedang melakukan ekspansi agresif ke Timur Tengah dan Afrika.
CEO Hadapi Keraguan
Berbicara di konferensi di Vegas, Garlinghouse menyampaikan pesan tegas untuk para kritikus. Ia menuturkan bahwa Ripple tetap menjadi holder terbesar XRP di seluruh dunia dan akan terus mendukung kesuksesan token tersebut.
“Ripple sangat berkomitmen untuk menjadikan XRP sebagai aset digital yang paling berguna, paling likuid, dan paling tepercaya,” ujar Garlinghouse.
Pernyataan tersebut secara langsung menanggapi kritik yang terus muncul bahwa Ripple telah meninggalkan XRP. Beberapa pengamat menilai bahwa perusahaan lebih fokus ke solusi pembayaran institusional seperti RippleNet dan xCurrent, yang tidak memerlukan token.
Pernyataan Garlinghouse menandakan bahwa adopsi institusional dan penggunaan XRP merupakan strategi yang saling melengkapi, bukan bersaing.
Ekspansi di Timur Tengah Meningkat
Selain komitmen terhadap XRP, Ripple mengumumkan pembukaan kantor pusat regional baru di Dubai International Financial Centre (DIFC), Dubai.
Langkah ini menempatkan Ripple untuk memperluas operasinya di seluruh Timur Tengah dan Afrika. Wilayah ini memberikan peluang besar untuk pengembangan infrastruktur pembayaran dan adopsi teknologi blockchain.
Platform treasury Ripple memproses volume pembayaran tahunan sebesar US$12,5 triliun melalui 13.000 bank yang terhubung. Ekspansi ke Timur Tengah dapat membuka tambahan volume transaksi dari institusi keuangan dan penyedia pembayaran di kawasan tersebut.
Pembelaan Komunitas XRP
Pernyataan CEO Ripple ini mendapat sambutan hangat dari para anggota komunitas XRP yang hadir di konferensi. Bertahun-tahun keraguan terkait komitmen Ripple terhadap XRP telah menimbulkan ketegangan antara perusahaan dan para holder token-nya.
Pernyataan Garlinghouse menjadi bentuk penegasan sekaligus penolakan. Ia menekankan bahwa kepemilikan XRP dalam jumlah besar oleh Ripple membuat posisi perusahaan sejalan dengan kepentingan para holder token. Ripple akan untung jika XRP berhasil.
Keselarasan ini berlawanan dengan narasi yang menyebut Ripple menganggap XRP sebagai beban atau kewajiban lama, bukan aset strategis inti.
Adopsi Institusional dan Integrasi XRP
Pernyataan CEO ini mengindikasikan rencana untuk semakin mengintegrasikan XRP dalam alur pembayaran institusional. Seiring semakin banyaknya institusi yang menggunakan RippleNet, muncul peluang untuk memasukkan settlement XRP pada tipe transaksi tertentu.
Garlinghouse juga menekankan keinginan menjadikan XRP sebagai aset digital paling likuid. Upaya ini meliputi pembangunan infrastruktur agar institusi keuangan mudah memperdagangkan dan menyimpan XRP untuk settlement.
Tiga tujuan utama yang disebutkan, yaitu menjadi yang paling berguna, paling likuid, dan paling tepercaya, menggambarkan visi XRP sebagai token utama untuk settlement pembayaran internasional.
Keraguan Masih Ada
namun, tidak semua pengamat memandang strategi Ripple secara positif. Sebagian menilai kegunaan XRP masih terbatas meski sudah dikembangkan bertahun-tahun. Ada juga yang beranggapan stablecoin seperti USDC menawarkan fitur pembayaran yang lebih unggul.
Pada akhirnya, komitmen Ripple terhadap kesuksesan XRP harus terlihat dari data adopsi. Para holder token akan menilai ketulusan perusahaan dari peningkatan volume transaksi dan tingkat adopsi setelah adanya pengumuman ini.





