Menurut CNBC, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan pada 20 Juli bahwa fenomena El Niño yang kuat akan muncul di Samudra Pasifik tropis antara Juli dan September 2026, dengan potensi melampaui kejadian 1982, 1997, dan 2015. Para analis strategi investasi memperingatkan bahwa cuaca ekstrem yang ditimbulkan—termasuk suhu tinggi, kekeringan, dan hujan lebat—menciptakan risiko yang dinilai terlalu rendah bagi pasar komoditas.
Komoditas pertanian menghadapi gangguan terbesar. Societe Generale melaporkan harga pertanian naik 7% hanya pada Juli, sementara kakao, kopi, dan gandum melonjak 8% dalam satu pekan. Bank of America memprediksi harga jagung dapat naik dari $4,70 per bushel saat ini menjadi $5,50–$6,00, sedangkan produksi gula di Brasil dan Thailand kemungkinan turun 10% pada 2026–2027.