Pesan Gate News, 17 April — Vale merilis laporan produksi dan penjualan triwulan pertama 2026 pada 17 April. Produksi bijih besi berjumlah 69,7 juta ton, yang mewakili kenaikan 3% dari tahun ke tahun (naik 2 juta ton). Penjualan bijih besi mencapai 68,7 juta ton, naik 4% dibanding periode yang sama tahun lalu (naik 2,6 juta ton).
Produksi tembaga pada Q1 2026 berjumlah 102.300 ton, naik 13% dari tahun ke tahun (naik 11.400 ton). Produksi nikel mencapai 49.300 ton, meningkat 12% dari tahun ke tahun (naik 5.400 ton).
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Korea Selatan Membahas Pasokan Minyak Darurat dan Kerja Sama Energi dengan Aljazair dan Libya
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan bahwa Park Jong-han mengunjungi Aljazair dan Libya untuk membahas pasokan minyak darurat dan kerja sama energi. Ia mengonfirmasi kemungkinan pembelian minyak mentah berat Libya dan meminta kuota perdagangan dari National Oil Corporation, yang menyatakan kesediaan untuk membantu dengan syarat-syarat teknis yang terpenuhi.
GateNews38menit yang lalu
Australia Mengamankan 570.000 Barel Solar dari Brunei dan Korea Selatan
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan akuisisi 570.000 barel solar dari Brunei dan Korea Selatan selama kunjungannya ke Malaysia. Ini menandai perolehan material strategis pertama yang diamankan berdasarkan kewenangan pengadaan baru yang bertujuan memperkuat kerja sama energi di Asia Tenggara.
GateNews2jam yang lalu
Reli Indeks Saham AS, Nasdaq Memperpanjang Deret Kemenangan 12 Hari ke Puncak Baru; Indeks Golden Dragon Tiongkok Melonjak 1,74%
Indeks saham AS ditutup lebih tinggi pada 16 April, dengan S&P 500 mencapai rekor. Saham teknologi melonjak, terutama di sektor semikonduktor dan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Harga minyak mentah naik, sementara logam mulia turun. Analis memberikan pandangan yang beragam mengenai keberlanjutan reli di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Israel dan Lebanon.
GateNews3jam yang lalu
Gubernur Bank of Japan Ueda: Konflik Timur Tengah Menimbulkan Risiko Ganda Kenaikan Inflasi dan Perlambatan Ekonomi
Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyoroti konflik di Timur Tengah sebagai sumber risiko inflasi dan perlambatan ekonomi. Ia menegaskan bahwa Komite Kebijakan Moneter akan menentukan langkah-langkah yang sesuai untuk mencapai target inflasi 2% pada pertemuan mendatang.
GateNews4jam yang lalu
Ketua CFTC Selig: Pelaku penipuan pasar prediksi akan dihukum berat secara hukum, menolak menunda penyusunan aturan
Ketua CFTC AS, Selig, menekankan dalam sidang Komite DPR bahwa pihaknya menerapkan kebijakan “tanpa toleransi” terhadap penipuan dan manipulasi pasar. Ia menjawab pertanyaan terkait transaksi futures minyak senilai 500 juta dolar, serta menyatakan CFTC sedang menyusun aturan pengawasan untuk pasar prediksi. Selig juga menyinggung adanya nota kesepahaman kerja sama dengan SEC untuk memperkuat pengawasan aset digital. Terkait kondisi CFTC saat ini yang hanya memiliki satu komisaris, Selig menekankan efisiensi operasional lembaga, dan akan merekrut karyawan baru untuk meningkatkan kemampuan pengawasan.
MarketWhisper4jam yang lalu
Kepala IEA: Pembukaan Kembali Selat Hormuz Tidak Berarti Pemulihan Minyak dan Gas Segera; Pemulihan Penuh Mungkin Memakan Waktu Dua Tahun
Peringatan Fatih Birol dari IEA bahwa pemulihan produksi minyak dan gas yang terganggu akibat konflik Iran dapat memakan waktu hingga dua tahun. Penutupan Selat Hormuz telah berdampak signifikan pada pasokan minyak, dengan negara berkembang menghadapi tantangan paling berat. Permintaan sudah mulai menyusut.
GateNews4jam yang lalu