Menurut Yonhap InfoMax, dolar AS turun menjadi 1.501,40 won Korea pada 10 Juli, merosot 4,70 won dari penutupan sesi Seoul sebelumnya di 1.506,10 won. Mata uang tersebut menembus level 1.500 won seiring perusahaan-perusahaan ekspor meningkatkan penjualan valas berjangka, sementara pemerintah Korea Selatan memberi sinyal kehati-hatian terkait pelemahan won.
Seorang wakil direktur di Kementerian Keuangan menyatakan bahwa kurs saat ini masih tidak selaras dengan fundamental, seraya menilai bahwa penjualan berjangka para eksportir kemungkinan akan dipercepat. Pembangun kapal utama Hanwha Ocean menjual sekitar $2 miliar dalam kontrak berjangka dengan bank-bank domestik dan asing, sementara rencana pencatatan ADR SK Hynix mendorong ekspektasi adanya pasokan dolar tambahan, sehingga mendukung penguatan won.