Menurut Yonhapinfomax, pada 21 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran dengan putus asa mencari pembicaraan yang berarti dengan Amerika Serikat, dengan klaim bahwa mereka ingin mengakhiri konflik karena tekanan militer yang berat. Namun, Trump menegaskan bahwa AS tidak tertarik melakukan pembicaraan sampai Iran menunjukkan kesiapan yang benar-benar nyata.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperkuat sikap tersebut dengan memperingatkan bahwa meskipun Iran telah diberi kesempatan untuk bernegosiasi dan bersikap wajar di Selat Hormuz, AS akan merespons dengan serangan 10 kali lebih keras jika Iran menyerang kapal-kapal komersial. Hegseth menambahkan bahwa Iran bisa bernegosiasi atau menghadapi Pentagon.