Pada Juni, Jenderal Angkatan Darat Inggris Sir Roly Walker mengumumkan bahwa Inggris akan menerjunkan robot otonom bergaya Terminator untuk mendukung pasukan dalam konflik-konflik mendatang, dengan sistem tanpa awak yang akan dikerahkan di sayap timur bersama prajurit manusia.
Secara terpisah, aliansi intelijen Five Eyes yang terdiri dari para kepala intelijen dari Inggris, AS, Australia, Selandia Baru, dan Kanada mengeluarkan peringatan bersama musim panas ini tentang risiko siber yang meningkat dengan cepat akibat model AI canggih. Aliansi tersebut menyatakan bahwa model AI frontier diperkirakan melampaui ekspektasi industri saat ini dan secara mendasar akan mengubah kemampuan siber ofensif maupun defensif, dengan tenggat waktu yang diukur dalam hitungan bulan, bukan tahun.