UBS Asset Management memperkirakan hasil obligasi global pada akhirnya akan menurun meskipun mengalami volatilitas jangka pendek akibat ketidakpastian perang Iran, menurut sebuah posting yang diterbitkan pada tanggal 9 (waktu setempat). Manajer aset menyatakan bahwa tingkat suku bunga tinggi saat ini merupakan peluang untuk mendapatkan imbal hasil portofolio yang menarik. Hasil obligasi Treasury 10 tahun AS baru-baru ini diperdagangkan di 4,55%, rebound cepat dari 4,46% di akhir bulan lalu, sementara hasil obligasi bund 10 tahun Jerman diperdagangkan di 3,05%. UBS menjelaskan bahwa meskipun pertukaran terbaru antara AS dan Iran menunjukkan kesulitan dalam mencapai perdamaian yang langgeng, semua pihak memiliki motivasi kuat untuk menghindari perang skala penuh, dan harga minyak diperkirakan akan tetap di bawah puncak masa perang.
Hasil Obligasi AS dan Jerman Rebound dari Titik Terendah Baru-baru ini
Hasil obligasi Treasury 10 tahun AS baru-baru ini diperdagangkan di 4,55%, rebound dari 4,46% di akhir bulan lalu. Hasil obligasi bund 10 tahun Jerman diperdagangkan di 3,05% selama periode yang sama. UBS menggambarkan tingkat suku bunga yang tinggi ini sebagai peluang menarik untuk menghasilkan pendapatan portofolio.
UBS Nilai Risiko Geopolitik dan Prospek Harga Minyak
UBS menyatakan bahwa pertukaran terbaru antara AS dan Iran menunjukkan kesulitan dalam menemukan perdamaian yang langgeng, tetapi mencatat bahwa semua pihak memiliki motivasi kuat untuk menghindari perang skala penuh. Manajer aset memperkirakan harga minyak akan tetap di bawah level puncak masa perang sebagai akibat dari dinamika ini.
Pejabat Bank Sentral Sinyalkan Pelonggaran Tekanan Inflasi
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde baru-baru ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi telah berkurang dan ekspektasi harga konsumen tetap stabil, menurut UBS. Manajer aset memperkirakan inflasi akan menurun dalam beberapa bulan mendatang.
UBS menyatakan bahwa meskipun pertumbuhan permintaan yang didorong AI diperkirakan akan mendukung harga, hambatan pasokan energi akan mereda seiring lalu lintas melalui Selat Hormuz secara bertahap kembali normal, mengurangi kekhawatiran inflasi.
Pandangan UBS terhadap Ekspektasi Suku Bunga Pasar Terlalu Hawkish
UBS menilai ekspektasi pasar saat ini terhadap suku bunga bank sentral terlalu hawkish. Manajer aset menyatakan bahwa seiring meningkatnya kepercayaan bahwa efek inflasi sekunder akan terbatas, sikap hawkish bank sentral akan berkurang.
UBS menambahkan bahwa Federal Reserve mempertahankan ambang batas tinggi untuk kenaikan suku bunga saat meninjau alat keputusan kebijakannya. Manajer aset menekankan bahwa meskipun volatilitas suku bunga jangka pendek mungkin tetap tinggi, penjualan besar-besaran di pasar obligasi global baru-baru ini memberi peluang kepada investor untuk mendapatkan hasil yang menarik.
FAQ
Apa pandangan UBS Asset Management tentang hasil obligasi global?
UBS Asset Management memperkirakan bahwa hasil obligasi global pada akhirnya akan menurun meskipun mengalami volatilitas jangka pendek akibat ketidakpastian perang Iran. Manajer aset melihat tingkat suku bunga tinggi saat ini sebagai peluang untuk mendapatkan imbal hasil portofolio yang menarik.
Apa yang dikatakan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dan Presiden ECB Christine Lagarde tentang inflasi?
Kevin Warsh dan Christine Lagarde baru-baru ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi telah berkurang dan ekspektasi harga konsumen tetap stabil, menurut laporan UBS Asset Management yang diterbitkan pada tanggal 9 (waktu setempat).