The New York Times mengutip tiga narasumber yang mengetahui bahwa Presiden AS Donald Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino pada 1 Juli, meminta peninjauan kembali larangan bermain (skorsing) kartu merah yang diterima top skor tim AS, Folarin Balogun, dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia. FIFA mengumumkan keputusan disiplin pada 5 Juli, menunda skorsing selama satu tahun, sehingga Balogun dapat bermain dalam pertandingan melawan Belgia pada 7 Juli.
Insiden Kartu Merah dan Alasan Skorsing: Balogun Menginjak Kaki Lawan, Wasit Memberi Kartu Merah
Folarin Balogun, dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat AS mengalahkan Bosnia 2-0, mendapat kartu merah langsung dari wasit karena menginjak kaki pemain Bosnia, dan kemudian secara otomatis diskors satu pertandingan.
Balogun adalah pencetak gol terbanyak tim AS di Piala Dunia ini. Jika skorsing diberlakukan, ia akan melewatkan pertandingan grup berikutnya, secara langsung melemahkan daya serang tim AS.
Keputusan FIFA: Klausul Penundaan Eksekusi Pasal 27 dan Pengecualian Skorsing Pertama Sejak 1962
Berdasarkan keputusan disiplin resmi FIFA pada 5 Juli, hasil penanganan didasarkan pada tiga pasal dalam Kode Disiplin FIFA:
Pasal 14 dan Pasal 66: Menjatuhkan sanksi disiplin berupa skorsing satu pertandingan secara resmi kepada Balogun.
Pasal 27 "Penundaan Eksekusi": Menunda pelaksanaan skorsing di atas, dengan masa penundaan satu tahun.
Efek Segera: Balogun memenuhi syarat untuk bermain dalam pertandingan Piala Dunia melawan Belgia pada hari Senin (7 Juli).
Ini adalah pertama kalinya sejak 1962 FIFA mengaktifkan mekanisme penundaan eksekusi untuk mengizinkan pemain yang seharusnya diskors untuk terus bermain, sebuah keputusan diskresi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Piala Dunia ini.
Diplomasi Telepon Trump: Tiga Narasumber The New York Times Ungkap Isi Percakapan 1 Juli
Menurut tiga narasumber The New York Times, Trump menelepon langsung FIFA President Infantino pada 1 Juli 2026, meminta peninjauan kembali keputusan skorsing kartu merah Balogun. Ini adalah kasus paling representatif dari intervensi Trump dalam ajang Piala Dunia dengan menggunakan koneksi pribadinya; sebelumnya, saat KTT NATO, ia juga bertemu dengan beberapa pemimpin negara dan membahas jadwal pertandingan.
Trump menyambut keputusan FIFA yang mengizinkan Balogun bermain di media sosial, tetapi tidak menyebutkan panggilan teleponnya kepada Infantino dalam pernyataannya.
Pertanyaan Umum
Bagaimana Trump Mempengaruhi Penanganan FIFA atas Skorsing Kartu Merah Balogun?
Menurut tiga narasumber The New York Times, Trump menelepon langsung FIFA President Infantino pada 1 Juli, meminta peninjauan kembali keputusan skorsing; FIFA kemudian pada 5 Juli menunda skorsing berdasarkan Pasal 27 tentang penundaan eksekusi. Trump menyambut keputusan tersebut di media sosial, tetapi tidak mengakui panggilan teleponnya secara publik; dasar keputusan spesifik FIFA mengacu pada dokumen keputusan resmi.
Seberapa Jarang Penerapan Klausul "Penundaan Eksekusi" Pasal 27 FIFA dalam Sejarah?
Menurut laporan, ini adalah pertama kalinya sejak 1962 (yaitu 64 tahun) FIFA mengaktifkan mekanisme penundaan eksekusi, memungkinkan pemain yang seharusnya diskors untuk terus bermain. FIFA secara bersamaan mempertahankan catatan disiplin resmi skorsing satu pertandingan untuk Balogun berdasarkan Pasal 14 dan Pasal 66, dengan masa penundaan satu tahun.
Setelah Balogun Mendapat Pengecualian, Bagaimana Jadwal Tim AS di Piala Dunia?
Berdasarkan keputusan FIFA, Balogun memenuhi syarat untuk bermain dalam pertandingan Piala Dunia AS melawan Belgia pada Senin (7 Juli); volume perdagangan kumulatif di pasar prediksi juara Piala Dunia Polymarket telah melampaui 3,9 miliar dolar AS, dengan peluang juara Prancis 35,1%, Argentina 16,8%; angka peluang juara spesifik tim AS mengacu pada data pasar real-time Polymarket.