Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) telah memulai penyelidikan terhadap apakah Samsung Electronics, Google, NVIDIA, Broadcom, dan Super Micro Computer melanggar paten memori Netlist. Paten yang terlibat mencakup HBM (memori bandwidth tinggi) dan memori DDR5; ITC menyetujui sidang kasus ini pada 16 Juli. Ini merupakan gugatan kedua Netlist ke ITC, yang kali ini memperluas perusahaan dan cakupan paten yang terlibat.
Penyelidikan sidang ITC atas 5 perusahaan terkait paten Netlist
Berdasarkan pengumuman ITC, komisi menyetujui kasus ini untuk disidangkan pada 16 Juli 2026, dengan pihak yang diselidiki sebagai berikut:
· Samsung Electronics
· Google
· NVIDIA
· Broadcom
· Super Micro Computer
Netlist menegaskan bahwa produk terkait HBM dan DDR5 dari kelima perusahaan tersebut melanggar patennya. Format memori kedua jenis ini merupakan komponen kunci untuk server yang menjalankan beban kerja AI. Ini merupakan gugatan kedua Netlist ke ITC; kali ini diperluas berdasarkan pengaduan pertama, baik dari sisi perusahaan yang terlibat maupun ruang lingkup paten.
Mekanisme sanksi dalam penyelidikan ITC: larangan impor berdampak langsung pada rantai pasokan HBM
Alat sanksi utama ITC adalah larangan impor; berbeda dengan putusan ganti rugi berbasis uang di pengadilan tingkat daerah. Jika ditetapkan ada pelanggaran paten AS yang valid, ITC dapat menerbitkan perintah larangan, yang secara langsung menghentikan impor barang terkait. Ancaman larangan semacam ini ditujukan kepada perusahaan yang mengekspor memori, akselerator, dan server dari negara lain ke AS.
Pasar HBM saat ini hampir sepenuhnya telah dipesan. Perusahaan cloud skala sangat besar berlomba membangun infrastruktur AI sehingga mendorong harga jual produsen. Paten HBM dan DDR5 yang diklaim Netlist berada pada lini produk yang pasokannya paling ketat untuk server AI.
Latar belakang pasar memori AI: prediksi laba kuartal 2 Samsung 89,4 triliun won Korea
Samsung Electronics memprediksi pada awal Juli 2026 bahwa laba operasi kuartal 2 akan mencapai sekitar 89,4 triliun won Korea, atau sekitar 19 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu; perusahaan menyatakan permintaan kuat terutama berasal dari memori AI, termasuk HBM, DRAM server, dan NAND flash.
Para investor memandang kinerja Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron sebagai indikator arah bagi seluruh pasar chip AI. Berdasarkan pengamatan pasar, pergerakan saham memori Korea Selatan umumnya turut berdampak pada Micron dan dana terkait teknologi serta semikonduktor.
Pertanyaan yang sering diajukan
Perusahaan apa saja yang diselidiki ITC AS terkait paten Netlist, dan kapan sidang dilakukan?
Berdasarkan pengumuman ITC, pihak yang menjadi objek penyelidikan meliputi Samsung Electronics, Google, NVIDIA, Broadcom, dan Super Micro Computer. Paten yang terlibat mencakup memori HBM dan DDR5; ITC menyetujui sidang kasus ini pada 16 Juli 2026.
Hasil sanksi dari penyelidikan ITC bisa berupa apa?
Berdasarkan penjelasan fungsi ITC, ITC tidak dapat menjatuhkan putusan ganti rugi uang, tetapi jika ditetapkan ada tindakan pelanggaran paten AS yang valid, ITC dapat menerbitkan larangan impor untuk mencegah barang terkait masuk ke pasar AS; hasil putusan spesifik mengacu pada pengumuman resmi ITC.
Bagaimana prediksi laba Samsung untuk kuartal 2 tahun 2026?
Samsung Electronics memprediksi pada awal Juli 2026 bahwa laba operasi kuartal 2 akan mencapai sekitar 89,4 triliun won Korea, atau sekitar 19 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu; perusahaan mengaitkannya dengan permintaan kuat untuk memori AI seperti HBM, DRAM server, serta NAND flash.