KOSPI Korea Selatan Turun 7,6% karena Kekhawatiran Semikonduktor Menjelang CPI AS serta Laporan Kinerja ASML dan TSMC

Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup pada 7.475,94 pekan ini, turun 7,6% dari pekan sebelumnya, setelah kekhawatiran puncak sektor semikonduktor kembali muncul menyusul laba Q2 Samsung Electronics yang mencatat rekor 84,9 triliun won. Indeks tetap sangat fluktuatif, bergerak dipengaruhi ketidakpastian sektor chip dan ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Fokus pasar bergeser ke katalis-katalis utama yang datang hingga 16 Juli: rilis CPI AS untuk Juni pada 14 Juli, laba kuartal kedua ASML pada 15 Juli, laba TSMC pada 16 Juli, serta keputusan kebijakan moneter bank sentral Korea Selatan pada 16 Juli. Bank of Korea secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, yang menandai kenaikan pertama sejak Januari 2023.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar