Menurut Yonhapinfomax, Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan mengadakan forum kebijakan pembiayaan perumahan pada 15 Juli untuk membahas regulasi utama pembiayaan perumahan, termasuk pengelolaan total volume pinjaman KPR dan program pembiayaan perumahan bagi kaum muda. Forum tersebut menghimpun masukan dari institusi keuangan, pengembang properti, dan calon pembeli rumah.
Dalam dua hari sejak portal komentar publik online dibuka, lebih dari 530 usulan terkait pembiayaan perumahan telah diajukan, dengan banyak pembeli rumah pertama kali yang meminta pelonggaran pembatasan pinjaman. Para kritikus menyoroti bahwa batas pinjaman KPR saat ini terutama berdampak pada pembeli rumah yang sebenarnya, bukan spekulan, karena investor kaya dapat membeli properti tanpa bergantung pada pinjaman. Komisi Jasa Keuangan sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tetap mempertahankan kebijakan untuk mengendalikan pertumbuhan utang rumah tangga sebesar 1,5% tanpa rencana melonggarkan kebijakan tersebut.