Menurut Yonhapinfomax, pada 27 Juli, Presiden Lee Jae-myung menginstruksikan pemerintah untuk mempertahankan batas harga minyak dan pemotongan pajak bahan bakar guna meminimalkan dampak inflasi dalam negeri di tengah volatilitas harga minyak mentah global. Ia mengatakan bahwa jika ketidakstabilan harga minyak internasional memburuk, langkah tambahan akan ditinjau secara aktif untuk mendukung sektor-sektor yang sangat bergantung pada diesel, termasuk truk dan pertanian.
Dalam rapat kepala staf di Brasilia, Lee menyoroti pertumbuhan ekonomi kuartal kedua sebesar 3,7% dan kenaikan pendapatan bruto disposable riil sebesar 15,6%, tertinggi dalam 38 tahun. Ia juga menekankan penguatan kemitraan AI dengan perusahaan teknologi global serta perluasan jaringan diplomatik di Amerika Latin.