Menurut ekonom Citi Kim Jin-wook pada 10 Juli, pemerintah Korea Selatan secara resmi mengumumkan pembentukan Dana Respon Masa Depan, yang diperkirakan akan mengamankan sekitar 100 triliun won tambahan dari pendapatan pajak perusahaan tahun depan.
Kim menyatakan bahwa dana ini akan secara signifikan meningkatkan efisiensi pengeluaran fiskal dibandingkan alternatif seperti sisa surplus fiskal atau anggaran tambahan. Berbeda dengan surplus fiskal, di mana hanya 29% dari pendapatan tambahan yang tersedia untuk pemerintah pusat setelah distribusi ke pemerintah daerah dan kewajiban pembayaran utang, Dana Respon Masa Depan memungkinkan pemerintah pusat mengalokasikan hingga 100% dari pendapatan tambahan sesuai kebijakannya. Dana ini juga diperkirakan akan memberikan fleksibilitas fiskal yang lebih besar, dengan penerbitan obligasi pemerintah diproyeksikan menurun menjadi 1,98 kuadriliun won tahun depan dari 2,26 kuadriliun won tahun ini.