Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan mengumumkan pada tanggal 10 bahwa Menteri Kim Jung-kwan bertemu dengan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Mongolia Gungur Damdinyam di Ulaanbaatar untuk membahas penguatan kerja sama mineral penting. Pertemuan tersebut berfokus pada perluasan pasokan konsentrat tungsten dari Mongolia, yang mengirimkan 27 ton ke Korea Selatan bulan lalu dan berencana meningkatkan pengiriman menjadi 50 ton mulai bulan ini. Kedua negara meningkatkan komite kerja sama bilateral dari tingkat wakil menteri menjadi tingkat menteri dan sepakat mengembangkan Pusat Kerja Sama Logam Langka menjadi platform kerja sama berkelanjutan di luar proyek ODA yang berakhir pada 2027.
Mongolia Perluas Pasokan Konsentrat Tungsten ke Korea Selatan
Mongolia menyelesaikan pengiriman 27 ton konsentrat tungsten ke Korea Selatan bulan lalu, menandai kemajuan nyata dalam kerja sama mineral bilateral. Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi menyoroti pasokan ini sebagai pencapaian konkret dalam kemitraan. Mulai bulan ini, Mongolia akan meningkatkan pengiriman menjadi 50 ton per pengiriman.
Kedua negara sepakat memperluas kerja sama di bidang teknologi, sumber daya manusia, dan pertukaran bisnis dalam sektor sumber daya mineral, yang berpusat di sekitar Pusat Kerja Sama Logam Langka. Fokus tetap pada penguatan stabilitas rantai pasok mineral penting.
Komite Kerja Sama Korea-Mongolia Ditingkatkan ke Tingkat Menteri
Komite kerja sama Korea-Mongolia, yang sebelumnya beroperasi di tingkat wakil menteri, ditingkatkan menjadi badan konsultatif tingkat menteri selama pertemuan tersebut. Peningkatan kelembagaan ini mencerminkan semakin pentingnya strategi kerja sama sumber daya mineral antara kedua negara.
Kedua pihak berkomitmen mengembangkan proyek lanjutan termasuk penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, dan pertukaran bisnis seiring berakhirnya proyek ODA Pusat Kerja Sama Logam Langka pada 2027. Pusat ini akan bertransformasi dari proyek satu kali menjadi platform kerja sama berkelanjutan.
Menteri Kim Bertemu Delegasi Bisnis tentang Masuk Pasar Mongolia
Menteri Kim bertemu dengan perwakilan dari perusahaan dan institusi Korea Selatan yang mendampingi kunjungan presiden ke Mongolia, termasuk POSCO Holdings, POSCO International, LS, Hanwha Investment & Securities, Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources, Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation, dan KOTRA. Delegasi membahas strategi kerja sama di sektor sumber daya mineral.
Peserta menekankan bahwa tantangan terkait akses informasi, logistik, dan sistem regulasi harus menjadi prioritas bagi perusahaan yang memasuki pasar Mongolia. Menteri Kim berjanji akan aktif berkomunikasi untuk menyelesaikan kesulitan ini dan meningkatkan iklim bisnis.
FAQ
Apa yang disepakati Korea Selatan dan Mongolia mengenai pasokan tungsten?
Mongolia mengirimkan 27 ton konsentrat tungsten bulan lalu dan akan meningkatkan pengiriman menjadi 50 ton mulai bulan ini. Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang sumber daya mineral melalui Pusat Kerja Sama Logam Langka.
Mengapa komite kerja sama Korea-Mongolia ditingkatkan ke tingkat menteri?
Komite ini dinaikkan dari tingkat wakil menteri ke tingkat menteri untuk mencerminkan pentingnya strategi kerja sama mineral penting antara kedua negara dan untuk memperkuat dukungan kelembagaan dalam menjaga stabilitas rantai pasok.