Menurut Pengadilan Tinggi Seoul pada 24 Juli, pengadilan memerintahkan Ketua Grup SK Choi Tae-won membayar 944 miliar won secara tunai sebagai penyelesaian pembagian harta dalam kasus perceraianya. Putusan tersebut mengharuskan pembayaran tunai, bukan saham perusahaan, untuk mencegah terganggunya struktur kendali grup. Analis pasar memperkirakan kewajiban tunai itu kemungkinan akan mendorong perluasan dividen di SK Telecom serta anak usaha lain yang menguntungkan sebagai mekanisme pendanaan.
Pasar saham bereaksi segera setelah putusan. Saham SK Telecom melonjak 5,33% menjadi 104.800 won, sementara saham SK Inc. dan SK Hynix masing-masing turun 3,82% dan 8,34%, mencerminkan kekhawatiran akan adanya potensi tekanan pendanaan terhadap grup.