Senat AS kembali bekerja pekan ini dengan sekitar 20 hari kerja tersisa sebelum tenggat 7 Agustus untuk mendorong Clarity Act, rancangan undang-undang regulasi aset digital yang hingga kini belum mengamankan 60 suara yang dibutuhkan untuk pengesahan. Reporter Fox Business Eleanor Terrett menyoroti rilis data indeks harga konsumen (CPI) Juni pada 14 Juli dan pernyataan dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sebagai penanda penting untuk pekan ini, sementara sumber menyebutkan rancangan revisi legislasi dapat dirilis dalam beberapa hari. RUU tersebut, yang akan membagi pengawasan aset digital antara Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (Commodity Futures Trading Commission), meloloskan Dewan Perwakilan pada 2025 dengan hasil 294-134 pada Juli 2025 dan lolos Komite Perbankan Senat 15-9 pada 14 Mei, tetapi mandek di kalender Senat di tengah sengketa etika terkait penghasilan kripto Presiden Donald Trump yang dilaporkan mencapai 1,4 miliar dolar AS pada 2025.
Biro Statistik Tenaga Kerja Rilis CPI Juni pada 14 Juli saat Rancangan RUU Baru Semakin Dekat
Biro Statistik Tenaga Kerja akan merilis angka CPI Juni pada pukul 8.30 pagi waktu setempat Timur (Eastern time) pada Selasa, diikuti data indeks harga produsen (PPI) pada Rabu. Ketua Fed Kevin Warsh menggambarkan inflasi masih "terlalu tinggi" selama forum Bank Sentral Eropa bulan ini dan menolak memberi isyarat mengenai langkah suku bunga pada Juli. Sumber yang mengetahui hal ini telah menyatakan bahwa versi terbaru Clarity Act bisa dirilis paling cepat pekan ini, sebuah penulisan ulang yang diharapkan perunding dapat membuka dukungan dari Demokrat yang saat ini belum dimiliki langkah tersebut.
Eleanor Terrett menulis dalam sebuah unggahan di X pada Minggu: "Pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk untuk data ekonomi, pidato-pidato Fed, dan kemungkinan, kejelasan tambahan soal status Clarity Act." Legislasi itu telah bertahan di kalender Senat tanpa pemungutan suara pleno atau pengajuan mosi cloture sejak lolos Komite Perbankan pada 14 Mei.
Demokrat Minta Standar Konflik Kepentingan untuk Trump saat Batas 60 Suara Belum Tercapai
Senator Ruben Gallego dan Cory Booker menuntut standar konflik kepentingan yang dapat ditegakkan mencakup Presiden Donald Trump dan keluarganya sebagai harga dukungan untuk dibawa ke lantai Senat. Tuntutan itu menguat setelah pengungkapan keuangan tahunan Trump menunjukkan setidaknya 1,4 miliar dolar AS dari pendapatan kripto untuk 2025. Sengketa atas ketentuan Pasal 604 dan klausul imbal hasil stablecoin, khususnya apakah platform dapat menawarkan imbal hasil seperti bunga di luar larangan bunga yang dibayar penerbit dalam GENIUS Act, masih belum terselesaikan.
Pemimpin GOP berlomba dengan tenggat masa reses Agustus, sementara pendukung memperingatkan RUU itu perlu lolos Senat pada akhir Juli agar tetap layak. Langkah itu bahkan sudah melewatkan target penandatanganan 4 Juli yang diharapkan Trump. Pengamat kini menilai peluang pengesahan pada 2026 sekitar 50-50, turun dari kira-kira 60% pada Juni. Senator Cynthia Lummis dan pendukung lainnya terus mendorong pemungutan suara pada Juli, dengan alasan RUU tersebut memuat perlindungan konsumen yang berarti yang seharusnya menarik dukungan lintas partai. Para analis memperingatkan bahwa jika rancangan baru tidak berhasil meraih cukup banyak Demokrat, prospek RUU tersebut akan memburuk secara material setelah 7 Agustus.
FAQ
Mengapa Clarity Act perlu 60 suara Senat?
RUU ini membutuhkan 60 suara untuk mengatasi potensi filibuster dan maju ke pemungutan suara pleno akhir, ambang yang hingga kini belum diamankan karena permintaan Demokrat untuk ketentuan konflik kepentingan yang mencakup pendapatan kripto Presiden Trump.
Apa yang diungkap Trump tentang pendapatan kriptonya pada 2025?
Pengungkapan keuangan tahunan Trump mengungkap setidaknya 1,4 miliar dolar AS dari pendapatan kripto untuk 2025, angka yang menjadi sorotan bagi Demokrat yang menuntut standar etika yang dapat ditegakkan sebelum mereka mau mendukung RUU tersebut.
Kapan Biro Statistik Tenaga Kerja akan merilis data CPI Juni?
Biro Statistik Tenaga Kerja akan merilis data CPI Juni pada pukul 8.30 pagi waktu setempat Timur pada 14 Juli, diikuti angka PPI pada Rabu.