Menurut dokumen Bloomberg yang diperoleh kantor berita tersebut, Qualcomm memberi tahu pelanggan pada Jumat (24 Juli) bahwa produk yang dikirim mulai 1 September akan mengalami kenaikan harga dua digit. Perusahaan mengatakan pihaknya tidak lagi bisa menyerap biaya pemasok yang terus meningkat, serta keberhasilannya yang terbatas dalam mencari komponen alternatif dari pemasok baru.
Pabrikan chip ini menghadapi kekurangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh industri teknologi, dipicu oleh lonjakan permintaan chip memori dan semikonduktor seiring pembangunan pusat data untuk AI. Kekurangan ini memengaruhi sektor ponsel pintar, superkomputer, dan otomotif. Qualcomm adalah salah satu klien besar Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan memasok chip kepada pembuat ponsel pintar, termasuk Samsung Electronics dan Xiaomi.