Berdasarkan keterbukaan perusahaan pada 14 Juli, perusahaan pembayaran Israel Nayax menolak membayar tebusan yang diminta oleh peretas yang mengunduh data catatan transaksi dan dokumen hasil pemindaian dari akun cloud yang terkait dengan sebuah anak perusahaan. Dewan Nayax menilai bahwa pembayaran tidak akan melayani kepentingan jangka panjang pelanggan, mitra, karyawan, atau pemegang saham.
Perusahaan tersebut mengonfirmasi pencurian data enam hari setelah awalnya mengungkap adanya aktivitas mencurigakan pada 8 Juli. Peretas mengancam akan mempublikasikan materi yang dicuri jika Nayax tidak membayar sebelum 21 Juli. Nayax menyatakan bahwa catatan transaksi yang terdampak tidak mencakup nama pemegang kartu, kode CVV, atau informasi identifikasi, serta sistem pemrosesan pembayaran produksi dan infrastruktur inti tidak dikompromikan. Perusahaan ini bekerja sama dengan penegak hukum di Israel dan Amerika Serikat.