Mirae Asset Securities pada 24 Juli menaikkan harga target saham OCI Holdings menjadi 460.000 won dari 320.000 won sambil mempertahankan peringkat 'BUY'. Analis Lee Jin-ho mengutip perjanjian pasokan jangka panjang (LTA) dengan klausul Take-or-Pay dan ketentuan pembayaran di muka yang memberikan dukungan kontraktual untuk proyeksi laba hingga 2029. Sekuritas mengubah metodologi penilaiannya menjadi sum-of-the-parts (SOTP) dan menerapkan estimasi EBITDA 2029 untuk mencerminkan meningkatnya kepastian laba dari kesepakatan terkait ekspansi rantai pasok surya AS.
Mirae Asset Securities Menaikkan Harga Target OCI Holdings menjadi 460.000 Won
Lee Jin-ho dari Mirae Asset Securities menyatakan dalam sebuah laporan bahwa "poin intinya adalah kontrak pasokan jangka panjang ditandatangani dengan kondisi Take-or-Pay dan penerimaan pembayaran di muka, yang berarti reliabilitas laba 2029 didukung oleh kontrak." Ia menambahkan, "Dengan mempertimbangkan hal ini, kami mengubah metode penilaian menjadi sum-of-the-parts (SOTP) dan menerapkan EBITDA 2029." Kenaikan harga target dari 320.000 won menjadi 460.000 won mewakili revisi naik sebesar 43,75%.
OCI Holdings Rencanakan Ekspansi Kapasitas hingga 70.000 Ton Polisilion pada 2029
OCI Holdings mengumumkan dalam konferensi panggilan hasil Q2 bahwa mereka berencana memperluas kapasitas produksi polysilicon dari 35.000 ton saat ini menjadi 70.000 ton dan kapasitas produksi wafer dari 2,7GW menjadi 11,5GW pada 2029. Total investasi mencapai sekitar 1,42 triliun won untuk polysilicon dan sekitar 500 miliar won untuk wafer. Sekitar sepertiga dari investasi ini akan didanai melalui pembayaran di muka dari pelanggan.
Kontrak Jangka Panjang Mengamankan Penjualan 2028-2029 dengan Fokus Pasokan Wafer
Lee menyatakan, "Proporsi kontrak pasokan jangka panjang secara bertahap meningkat dari 2027 hingga 2029, dan volume untuk 2028-2029 pada dasarnya sudah terjual habis." Ia menjelaskan bahwa "70-80% dari volume kontrak yang ada akan dipasok dalam bentuk wafer, bukan polysilicon, sehingga menghasilkan struktur profit yang lebih baik karena margin pemrosesan wafer ditambahkan ke margin polysilicon." Analis memproyeksikan margin laba operasi (OPM) OCITS sekitar 31% pada 2029. Ia menambahkan bahwa "jika pengumuman langkah US Section 232 diumumkan pada awal Agustus, potensi kenaikan tambahan untuk harga saham diharapkan."
Laba Operasi Q2 Meleset dari Konsensus di 108,1 Miliar Won
Laba operasi OCI Holdings di Q2 mencapai 108,1 miliar won, meleset sekitar 11% dari estimasi konsensus 120,9 miliar won. Lee menilai bahwa "sikap menunggu-dan-melihat pelanggan terhadap pembelian polysilicon berlanjut karena pengumuman US Section 232 yang dijadwalkan akhir Juni tertunda, sehingga OCITS mencatat kerugian operasi." Namun, ia menilai kekurangan laba tersebut bersifat sementara, dengan mencatat bahwa "tingkat operasi normal tetap dipertahankan dan persediaan meningkat sekitar 2.000-3.000 ton."
FAQ
Apa yang dilakukan Mirae Asset Securities terkait saham OCI Holdings pada 24 Juli?
Mirae Asset Securities menaikkan harga target saham OCI Holdings menjadi 460.000 won dari 320.000 won sambil mempertahankan peringkat 'BUY', dengan mengutip perjanjian pasokan jangka panjang dengan ketentuan Take-or-Pay yang memberikan visibilitas laba hingga 2029.
Berapa banyak ekspansi kapasitas yang diumumkan OCI Holdings hingga 2029?
OCI Holdings mengumumkan rencana untuk memperluas kapasitas produksi polysilicon dari 35.000 ton menjadi 70.000 ton dan kapasitas produksi wafer dari 2,7GW menjadi 11,5GW pada 2029, dengan total investasi sekitar 1,42 triliun won untuk polysilicon dan 500 miliar won untuk wafer.
Mengapa laba operasi Q2 OCI Holdings meleset dari estimasi konsensus?
Laba operasi Q2 sebesar 108,1 miliar won meleset dari konsensus 120,9 miliar won sekitar 11% karena pengumuman US Section 232 yang tertunda menyebabkan pelanggan mengadopsi sikap wait-and-see terhadap pembelian polysilicon, sehingga OCITS mencatat kerugian operasi.