Saham perusahaan peralatan listrik Korea anjlok tajam pada 24 Juli. Hyosung Heavy Industries turun 44,8% dari puncak bulan Mei menjadi 2,681 juta won, HD Hyundai Electrics melemah 44% menjadi 810.000 won, dan LS Electric turun 39,7% menjadi 202.000 won. Para analis mengaitkan koreksi tersebut dengan perputaran dana menuju raksasa semikonduktor setelah peluncuran leveraged ETF untuk saham individu, bukan sebagai tanda pelemahan di industri.
Hasil kuartal dua LS Electric, yang dirilis pada 25 Juli, menunjukkan permintaan infrastruktur tenaga listrik yang tetap kuat. Perusahaan membukukan pendapatan 1,577 triliun won, naik 32,2% secara tahunan, sementara laba operasi melonjak 64,3% menjadi 178,5 miliar won. Pesanan baru mencapai 2,0835 triliun won, melonjak 243% dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menandai total kuartalan tertinggi. Perusahaan juga menaikkan proyeksi pesanan sepanjang tahun dari 4 triliun won menjadi 6–6,5 triliun won, didorong oleh permintaan peralatan distribusi tenaga listrik untuk pusat data AI. Pertumbuhan meluas dari transformator transmisi tegangan tinggi ke produk distribusi tegangan menengah dan rendah.