Saham Kiwoom Securities Hadapi Kegagalan Sistem Meskipun Kerangka Risiko ICT Baru

Kiwoom Securities mengalami kegagalan sistem beruntun di platform digitalnya meskipun telah memperkenalkan kerangka kerja manajemen risiko teknologi informasi dan komunikasi (ICT) pada tahun 2024, menurut laporan keberlanjutan perusahaan tahun 2026. Bulan lalu, pelanggan menghadapi kesalahan masuk (login) sistem perdagangan seluler (MTS), diikuti oleh keterlambatan pemrosesan setoran margin yang memicu likuidasi paksa di beberapa akun. Insiden terjadi saat basis pelanggan pialang Korea Selatan ini meluas menjadi sekitar 16,2 juta akun pada tahun 2025 dari 14,9 juta pada tahun 2024, sementara otoritas keuangan mencatat perusahaan tersebut karena pelanggaran terkait persyaratan keamanan transaksi elektronik.

Kiwoom Securities Memperkenalkan Kerangka Manajemen Risiko ICT pada Tahun 2024

Kiwoom Securities menerapkan sistem manajemen risiko ICT pada tahun 2024 untuk memperkuat pengawasan layanan keuangan digital, menurut laporan keberlanjutan 2026 yang dirilis pada tanggal publikasi. Perusahaan mendefinisikan risiko operasional sebagai kemungkinan kerugian finansial atau gangguan bisnis yang disebabkan oleh kesalahan, kegagalan, atau ketidakcukupan dalam proses internal, personel, sistem, atau peristiwa eksternal. Laporan tersebut mengidentifikasi langkah-langkah respons termasuk inspeksi berdasarkan standar pengendalian internal dan sistem pemantauan kepatuhan, dukungan untuk perbaikan departemen operasional, serta manajemen lingkungan operasional digital melalui kerangka risiko ICT. Laporan 2026 menyebutkan pengenalan sistem manajemen risiko ICT sebagai pencapaian utama, berbeda dengan laporan 2025 yang berfokus pada prinsip manajemen risiko seluruh perusahaan dan strategi respons proaktif.

Kegagalan Login MTS dan Kesalahan Pemrosesan Margin Mempengaruhi Pelanggan

Bulan lalu, platform MTS Kiwoom Securities 'Youngwoongmun S#' mengalami kesalahan login yang membuat beberapa pelanggan tidak dapat mengakses layanan. Perusahaan menyatakan bahwa kesalahan terjadi di beberapa server akses, dengan layanan kembali normal sebelum pembukaan pasar reguler domestik, meskipun pelanggan yang mencoba menggunakan perdagangan setelah jam pasar saham AS mengalami ketidaknyamanan. Satu hari sebelum rilis laporan keberlanjutan, setoran margin yang dilakukan oleh beberapa pelanggan untuk mencegah likuidasi paksa gagal tercermin dalam sistem tepat waktu, mengakibatkan penjualan saham yang dimiliki. Kiwoom Securities menyatakan bahwa keterlambatan pemrosesan sementara menyebabkan jumlah setoran tidak tercermin di beberapa akun, dan perusahaan telah memberi tahu pelanggan yang terkena dampak serta sedang melanjutkan kompensasi.

Otoritas Keuangan Mencatat Pelanggaran Keamanan Transaksi Elektronik

Laporan keberlanjutan 2026 mencantumkan pelanggaran terkait perlakuan akuntansi produk derivatif dan kewajiban keamanan transaksi keuangan elektronik sebagai jenis sanksi regulasi utama dari tahun sebelumnya. Langkah-langkah pencegahan pengulangan termasuk mengamankan keamanan transaksi keuangan elektronik dan memperkuat manajemen serta pengawasan. Ini berbeda dari laporan tahun sebelumnya, yang menyajikan pelanggaran pengajuan pernyataan pendaftaran sekuritas dan kewajiban pengungkapan sebagai jenis pelanggaran utama. Asosiasi Investasi Keuangan Korea menyatakan bahwa perusahaan sekuritas dengan ketergantungan tinggi pada platform digital harus mencakup tidak hanya pencegahan kegagalan sistem tetapi juga pemulihan pasca-insiden dan bantuan kerugian pelanggan dalam ruang lingkup manajemen risiko operasional.

Pertumbuhan Akun Pelanggan Meningkatkan Eksposur Risiko Operasional

Akun pelanggan Kiwoom Securities meningkat 1,3 juta dari sekitar 14,9 juta pada tahun 2024 menjadi sekitar 16,2 juta pada tahun 2025. Jumlah karyawan bertambah dari 994 menjadi 1.197 selama periode yang sama. Perusahaan menerima penunjukan bisnis investasi keuangan komprehensif dan lisensi bisnis pembiayaan jangka pendek dari Komisi Jasa Keuangan pada bulan November dan mulai menerbitkan surat berharga komersial. Surat berharga komersial mewakili perusahaan sekuritas yang mengumpulkan dana pelanggan berdasarkan kredit mereka sendiri. Seorang pejabat Asosiasi Investasi Keuangan Korea menyatakan bahwa seiring dengan perluasan basis pelanggan dan bisnis pendanaan, apakah sistem manajemen benar-benar beroperasi di lapangan akan menentukan kredibilitas perusahaan.

FAQ

Kegagalan sistem apa yang baru-baru ini dialami Kiwoom Securities?
Kiwoom Securities mengalami kesalahan login MTS bulan lalu yang membuat beberapa pelanggan tidak dapat mengakses platform 'Youngwoongmun S#', diikuti oleh keterlambatan pemrosesan setoran margin yang menyebabkan likuidasi paksa di beberapa akun satu hari sebelum rilis laporan keberlanjutan 2026.

Kapan Kiwoom Securities memperkenalkan kerangka manajemen risiko ICT?
Kiwoom Securities memperkenalkan sistem manajemen risiko ICT pada tahun 2024 untuk memperkuat pengawasan layanan keuangan digital, menurut laporan keberlanjutan perusahaan tahun 2026.

Berapa banyak akun pelanggan yang dikelola Kiwoom Securities?
Akun pelanggan Kiwoom Securities meningkat dari sekitar 14,9 juta pada tahun 2024 menjadi sekitar 16,2 juta pada tahun 2025, mewakili pertumbuhan 1,3 juta akun.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar