Kalshi, platform pasar prediksi yang diatur CFTC, mencatat volume event-contract kripto harian sebesar 217,98 juta dolar AS pada 15 Juli 2026, sekaligus menetapkan rekor tertinggi sepanjang masa menurut data yang dipantau oleh Artemis. Angka tersebut mewakili kenaikan sekitar 44 kali lipat dari sekitar 5 juta dolar AS pada awal Januari untuk volume harian, dengan percepatan yang sangat tajam sejak Mei. Lonjakan terjadi saat Bitcoin turun sekitar 30% year-to-date, ketika para trader beralih ke event contracts yang membatasi risiko pada harga yang dibayar, dibanding menahan posisi spot selama koreksi.
Pertumbuhan volume terjadi pada periode ketika Bitcoin turun sekitar 30% year-to-date, sebuah kondisi pasar yang menantang bagi pemegang spot. Event contracts Kalshi memungkinkan pengguna mempertaruhkan uang pada hasil, dengan imbalan 1 dolar per kontrak jika prediksi tepat, atau hanya kehilangan premi yang dibayarkan saat masuk. Tidak diperlukan kustodi koin, dan kerugian maksimum sudah diketahui sebelum perdagangan dilakukan.
Rekor yang ditetapkan pada kondisi pasar saat ini mengarah pada basis trader yang kembali terlepas dari arah harga. Memasang taruhan yang dibatasi pada pergerakan Bitcoin pada tanggal tertentu memberikan eksposur yang secara struktural berbeda dibanding menahan spot selama koreksi. Daya tarik ini meningkat ketika keyakinan arah rendah dan volatilitas memengaruhi posisi tradisional.
Kalshi diatur CFTC dan tersedia di seluruh 50 negara bagian AS, menghapus hambatan hukum yang selama ini membatasi sebagian besar ruang pasar prediksi. Platform ini terintegrasi dengan perantara termasuk Robinhood dan Webull, menempatkan kontraknya di dalam aplikasi yang memiliki jutaan akun yang didanai. Trader tidak perlu dompet on-chain atau pendaftaran bursa baru untuk berpartisipasi.
Kombinasi kepastian regulasi dan akses perantara yang tertanam memungkinkan Kalshi meraih sekitar 84% dari volume pasar prediksi kripto, sebuah porsi yang sebelumnya dimiliki oleh Polymarket, yang mendefinisikan kategori tersebut sebelum Kalshi masuk. Keunggulan distribusi mengurangi gesekan yang secara historis membuat pengguna kasual keluar dari pasar prediksi.
Kalshi memiliki valuasi yang dilaporkan sebesar 22 miliar dolar AS dan secara luas diperkirakan akan IPO. Rekor volume di wilayah yang diperebutkan menjadi bukti bahwa investor institusional mengawasi sebelum pencatatan. Mengalihkan trader dari incumbent yang sudah mapan adalah tugas yang lebih sulit dibanding sekadar mengikuti pasar yang sedang berkembang.
Pertanyaan terbuka adalah apakah volume akan bertahan setelah harga spot pada akhirnya pulih dan perdagangan berarah kembali menarik. Jika pasar prediksi kripto mempertahankan audiensnya melalui reli, produk ini akan membuktikan bahwa ia adalah bagian permanen dari infrastruktur perdagangan aset digital, bukan sekadar tempat perlindungan saat pasar bearish yang memudar ketika Bitcoin naik.
Rekor volume apa yang ditetapkan Kalshi pada 15 Juli 2026?
Kalshi mencatat 217,98 juta dolar AS dalam volume event-contract kripto harian pada 15 Juli 2026, menurut data yang dipantau oleh Artemis. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa dan kenaikan sekitar 44 kali lipat dari sekitar 5 juta dolar AS pada awal Januari untuk volume harian.
Bagaimana Kalshi bisa menguasai 84% pasar prediksi kripto?
Kalshi diatur CFTC dan tersedia di seluruh 50 negara bagian AS, dengan integrasi ke perantara termasuk Robinhood dan Webull. Kepastian regulasi ini serta distribusi yang tertanam di dalam aplikasi dengan jutaan akun yang didanai memungkinkan platform meraih sekitar 84% volume pasar prediksi kripto dari Polymarket.
Berapa valuasi yang dilaporkan Kalshi menjelang IPO yang diperkirakan?
Kalshi memiliki valuasi yang dilaporkan sebesar 22 miliar dolar AS dan secara luas diperkirakan akan IPO. Rekor volume platform selama periode pasar yang menantang menjadi bukti bagi investor institusional menjelang kemungkinan pencatatan.
Berita Terkait