Menurut Yonhapinfomax, pada 14 Juli, indeks Nikkei 225 Jepang naik 500,77 poin (0,74%) menjadi 67.743,50 saat penutupan, seiring sentimen pasar berbalik pada perdagangan sore. Indeks TOPIX juga menguat 31,49 poin (0,79%) hingga ditutup di 4.038,98. Kedua indeks awalnya melemah akibat penurunan sektor semikonduktor AS dan kenaikan harga minyak yang dipicu Timur Tengah, lalu berbalik menguat bersamaan dengan lonjakan saham memori Korea Selatan. Saham bank memimpin kenaikan, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group naik lebih dari 1%, ketika investor melakukan lindung nilai atas paparan terkait AI melalui kepemilikan di sektor keuangan.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang turun di seluruh kurva. Imbal hasil JGB tenor 10 tahun turun 7,33 basis poin menjadi 2,7137%, sementara imbal hasil tenor 20 tahun turun 15,53 bp menjadi 3,5927%. Lelang obligasi tenor 20 tahun mencatat rasio bid-to-cover sebesar 4,52x, jauh di atas rata-rata 12 bulan sebesar 3,54x, yang menandakan permintaan kuat.