Menurut Yonhapnews, perusahaan kedirgantaraan Israel IAI meluncurkan HYPNOSIS, sistem pertahanan udara “soft kill”, pada 20 Juli. Sistem ini menetralisir serangan gabungan drone dan rudal yang masuk dengan cara mengganggu navigasi berbasis satelit, bukan melalui pencegatan fisik. Sistem tersebut diperkenalkan melalui YouTube dan platform media sosial.
Berbeda dengan metode pertahanan udara tradisional yang mengharuskan rudal untuk menghancurkan target, HYPNOSIS menonaktifkan ancaman dari udara dengan mengacaukan sinyal pemandu satelit, sehingga menawarkan pendekatan non-mematikan untuk menghadapi serangan drone terkoordinasi.