Menurut Hankyung, Garda Revolusioner Islam Iran mengumumkan pada 12 Juli bahwa mereka akan menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan udara AS, yang memicu lonjakan harga minyak mentah global. Futures minyak mentah WTI melonjak lebih dari 4% ke kisaran $70s per barel pada 14 Juli.
Saham energi dan pelayaran Korea Selatan menguat seiring kekhawatiran pasokan. SK Innovation naik 7,09%, sementara STX Green Logistics melonjak 29,99% menjadi 2.540 won Korea. Para analis mencatat margin penyulingan membesar karena hilangnya kapasitas produksi akibat fasilitas yang rusak di wilayah tersebut.