Menurut Jin10, pada Kamis, 23 Juli, pasukan Houthi menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi, yang dikecam Prancis sebagai eskalasi yang tidak bertanggung jawab. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap tanggung jawab internasional dan menyerukan agar serangan itu segera dihentikan.
Serangan itu merupakan bagian dari operasi Houthi yang lebih luas untuk memaksa blokade maritim terhadap Arab Saudi, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa insiden tersebut dapat menciptakan titik kemacetan kedua bagi pasokan minyak global selain kerentanan yang sudah ada di Selat Hormuz.