Menurut tim strategi portofolio Goldman Sachs, menjelang rilis CPI AS 14 Juli—data kunci sebelum keputusan kebijakan Federal Reserve bulan Juli—perusahaan merilis riset tentang bagaimana kenaikan suku bunga dapat memengaruhi kinerja saham. Alat CME FedWatch menunjukkan pedagang kini memperkirakan sekitar 50% probabilitas Fed akan menaikkan suku bunga bulan ini, sementara Goldman Sachs memproyeksikan hanya 25% peluang kenaikan suku bunga dalam setahun ke depan.
Goldman Sachs menganalisis tujuh siklus historis kenaikan suku bunga Fed dan menemukan bahwa S&P 500 rata-rata mengalami penurunan 2% dalam tiga bulan setelah kenaikan suku bunga pertama. Namun, ketika memperluas horizon hingga 12 bulan, rata-rata mencatat kenaikan 9%, dengan pasar saham naik pada semua kasus kecuali pada 2022. Riset tersebut menyimpulkan bahwa meskipun kenaikan suku bunga Fed dapat memicu tekanan jual jangka pendek, imbal hasil jangka panjang umumnya tetap positif bagi saham AS.