Dalam wawancara Politico pada 23 Juli, CEO Goldman Sachs David Solomon menyatakan dukungan aktif untuk CLARITY Act, rancangan undang-undang regulasi aset digital AS. Solomon mengatakan legislasi tersebut akan “membangun struktur pasar dan mendorong inovasi,” sambil menekankan bahwa legislasi ini menciptakan “lapangan bermain yang adil sehingga memperkuat stabilitas pasar dan memungkinkan pengembangan pasar yang tepat,” meski mengakui bahwa RUU itu belum sempurna dengan beberapa ketentuan yang kontroversial.
Dukungan Solomon ini bertolak belakang dengan penolakan dari bank-bank besar lainnya, termasuk CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon, yang mengkritik ketentuan yang memungkinkan program imbalan stablecoin tanpa menerapkan regulasi perbankan yang setara. Senator dari Partai Demokrat juga masih menolak, dengan tujuh senator mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut RUU itu “masih belum memadai.” CLARITY Act berpotensi menghadapi pemungutan suara Senat secepat pekan depan.