Menurut Tom Lee, kepala riset di Fundstrat Global Advisors, ketakutan pasar soal belanja modal (capex) untuk artificial intelligence justru menjadi tanda bullish pekan ini, bukan peringatan bahwa puncak pasar sudah mendekat. Lee berpendapat bahwa skeptisisme yang meluas terhadap ketahanan dari perdagangan AI menunjukkan bahwa siklus masih punya ruang untuk bergerak lagi, karena investor jarang mempertanyakan umur panjang sebuah narasi tepat sebelum narasi itu mencapai puncaknya. “Faktanya, banyak orang mengatakan itu adalah tanda bahwa kita belum berada di puncak karena orang-orang mempertanyakan umur panjang siklus,” kata Lee di CNBC.
Pandangan ini bertolak belakang dengan peringatan Steve Eisman pekan ini bahwa pasar bisa jatuh tajam jika para hyperscaler memangkas belanja AI, yang ia kaitkan dengan eksposur Nvidia terhadap investasi semacam itu. Sementara itu, The Fed memulai rapat dua hari pada 28 Juli, dengan para pedagang saat ini memperhitungkan kira-kira peluang 1 banding 3 untuk kenaikan suku bunga, naik dari 16% pada pekan sebelumnya. Lee memperkirakan The Fed akan mengandalkan quantitative tightening.