Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) menerbitkan The Mills Review, yang digambarkan sebagai tinjauan strategis pertama yang dipimpin regulator tentang kecerdasan buatan di layanan keuangan ritel, memperingatkan bahwa AI akan secara fundamental mengubah cara konsumen berinvestasi, meminjam, dan mengelola uang pada akhir dekade ini. Tinjauan tersebut, yang ditugaskan oleh Dewan FCA dan dipimpin oleh Direktur Eksekutif Sheldon Mills, menyimpulkan bahwa AI akan menjadi kekuatan penentu di seluruh layanan keuangan ritel seiring konsumen merangkul layanan keuangan agen. Laporan ini mengidentifikasi peluang signifikan bagi perusahaan dan konsumen sekaligus memperkenalkan risiko baru terkait penipuan, kejahatan siber, konsentrasi pasar, dan perlindungan konsumen, menjadikannya salah satu peta jalan regulasi komprehensif pertama secara global yang mengkaji bagaimana AI dapat membentuk kembali pasar keuangan hingga tahun 2030 dan seterusnya.
Riset yang ditugaskan oleh FCA menemukan bahwa sekitar 20% konsumen Inggris, setara dengan sekitar 11 juta orang dewasa, bersedia menggunakan AI agen yang mampu bertindak secara otonom dalam tujuan yang telah ditentukan. Contohnya termasuk sistem AI yang dapat secara otomatis mengelola tabungan dan investasi, mengganti produk keuangan, mengoptimalkan anggaran rumah tangga, mengeksekusi transaksi dalam batas yang ditentukan pengguna, dan memantau tujuan keuangan tanpa intervensi pengguna berkelanjutan. Meskipun responden menunjukkan minat yang kuat terhadap kemampuan ini, survei juga menemukan kekhawatiran luas mengenai kepercayaan, transparansi, dan menjaga kontrol manusia yang bermakna atas agen keuangan otonom.
The Mills Review mengidentifikasi empat perubahan struktural besar yang harus dipersiapkan oleh regulator dan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Menurut FCA, AI tidak hanya akan menyempurnakan proses yang ada tetapi secara fundamental mengubah cara konsumen berinteraksi dengan produk keuangan, cara perusahaan bersaing memperebutkan pelanggan, dan cara regulator mengawasi pasar yang semakin otonom.
Empat perubahan struktural tersebut adalah:
Regulator memperingatkan bahwa sistem AI yang semakin canggih dapat memperkuat penipuan investasi, penipuan identitas, kejahatan keuangan yang dimungkinkan oleh deepfake, serangan siber, kegagalan operasional, dan konsentrasi pasar di sekitar sedikit penyedia AI. FCA berargumen bahwa regulator akan memerlukan kemampuan pengawasan baru untuk memantau sistem keuangan yang semakin otonom sambil memastikan perusahaan terus memenuhi kewajiban perlindungan konsumen yang ada.
Tinjauan tersebut menetapkan tujuh rekomendasi strategis untuk Dewan FCA dan Eksekutif:
Beberapa rekomendasi dibangun dari inisiatif yang telah diluncurkan FCA, termasuk AI Lab, program AI Live Testing, dan Supercharged Sandbox yang dikembangkan dengan NVIDIA.
Menurut Ketua FCA Ashley Alder, Consumer Duty dan Senior Managers & Certification Regime regulator sudah memberikan akuntabilitas yang jelas kepada perusahaan untuk penerapan AI. Laporan tersebut menyarankan agar kerangka kerja ini berkembang seiring perkembangan teknologi, bukan digantikan oleh undang-undang khusus teknologi. Alih-alih mengusulkan aturan AI yang sama sekali baru, FCA berargumen bahwa kerangka regulasi berbasis prinsip yang ada memberikan fondasi yang kuat untuk mengawasi kecerdasan buatan.
Apa yang diterbitkan FCA terkait AI di layanan keuangan?
FCA menerbitkan The Mills Review, yang digambarkan sebagai tinjauan strategis pertama yang dipimpin regulator tentang kecerdasan buatan di layanan keuangan ritel. Tinjauan ini ditugaskan oleh Dewan FCA dan dipimpin oleh Direktur Eksekutif Sheldon Mills, mengkaji bagaimana AI dapat membentuk kembali pasar keuangan hingga tahun 2030 dan seterusnya.
Berapa banyak konsumen Inggris yang bersedia menggunakan AI agen untuk keputusan keuangan?
Riset yang ditugaskan oleh FCA menemukan bahwa sekitar 20% konsumen Inggris, setara dengan sekitar 11 juta orang dewasa, bersedia menggunakan AI agen yang mampu bertindak secara otonom dalam tujuan yang telah ditentukan seperti mengelola tabungan, mengganti produk keuangan, dan mengoptimalkan anggaran rumah tangga.
Risiko apa yang diidentifikasi FCA terkait adopsi AI di layanan keuangan?
FCA memperingatkan bahwa sistem AI yang semakin canggih dapat memperkuat penipuan investasi, penipuan identitas, kejahatan keuangan yang dimungkinkan oleh deepfake, serangan siber, kegagalan operasional, dan konsentrasi pasar di sekitar sedikit penyedia AI. Regulator berargumen bahwa kemampuan pengawasan baru akan diperlukan untuk memantau sistem keuangan yang semakin otonom.
Berita Terkait
65% Orang Eropa Merasa Terinformasi Secara Finansial seiring Meningkatnya Permintaan Saran AI
Draf Laporan Departemen Keuangan AS Memperingatkan Industri AI Mengandung Risiko Gelembung Dot-Com
UBS Asset Management Merekomendasikan Investasi AI yang Selektif di Tengah Volatilitas Semikonduktor
Polymarket Memberikan Peluang 23% bahwa AS Akan Memblokir Model AI China pada 2026
UK FCA Peringatkan tentang 'Perlombaan Senjata' Regulasi AI di Layanan Keuangan