“Dr. Doom” Roubini: Robot AI akan menciptakan kekayaan, pendapatan dasar universal tak terhindarkan

Dikenal sebagai “dokter kiamat”, ekonom Nouriel Roubini pada 18 Juli saat diwawancarai oleh Bloomberg Television mengatakan bahwa dalam 20 hingga 25 tahun ke depan, seiring perkembangan teknologi AI dan robotika, sebagian besar populasi mungkin akan digantikan oleh mesin. Dana perwalian yang digunakan Amerika Serikat untuk membayar tunjangan pensiun diperkirakan akan habis sekitar tahun 2032. Roubini mengatakan bahwa pendapatan dasar universal (UBI) pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang tak terhindarkan.

Perkiraan Roubini: Kenaikan usia pensiun tidak bisa mengatasi dampak kerja AI

Roubini ditanya tentang solusi untuk masalah sistem jaminan sosial di Amerika Serikat saat diwawancarai Bloomberg Television. Ia menyebut bahwa dana perwalian yang saat ini digunakan untuk membayar tunjangan pensiun diperkirakan habis sekitar tahun 2032, sementara solusi yang umumnya diajukan pihak lain—menaikkan usia pensiun—menurutnya tidak cukup untuk menghadapi guncangan akibat AI.

Alasannya: dalam 20 hingga 25 tahun ke depan, AI dan teknologi robotika berpotensi menggantikan secara besar-besaran tenaga kerja manusia. Pada saat itu, pengurangan besar-besaran jumlah pekerja membuat logika “membuat orang bekerja lebih lama” menjadi tidak relevan. Ia berpendapat bahwa solusi yang sesungguhnya harus beralih ke mekanisme redistribusi kekayaan yang bersifat sistemik.

Prakiraan pertumbuhan ekonomi global Roubini: dipacu AI, pada 2040 menjadi 6%

Roubini memprediksi bahwa revolusi AI akan menjadi salah satu perubahan teknologi terpenting dalam sejarah manusia. Ke depan, AI mungkin berkembang lebih lanjut menjadi “kecerdasan buatan umum” (AGI), yaitu mencapai bahkan melampaui level kemampuan kognitif manusia. Prakiraan angka pertumbuhan ekonomi globalnya sebagai berikut:

Saat ini (akhir abad ini): pertumbuhan ekonomi global sekitar 2% hingga 4%

Tahun 2040: bisa meningkat menjadi 6%

Tahun 2050: bisa mencapai 10%

Roubini mengatakan bahwa pada saat itu pemerintah dapat mengenakan pajak kepada para penerima manfaat terbesar di era AI, lalu mendistribusikan kembali kekayaan kepada kelompok masyarakat lainnya. Ia menekankan bahwa prediksi ini merupakan pandangan yang optimistis, karena dibangun di atas dasar pertumbuhan pesat yang dipicu oleh asumsi “mesin menanggung sebagian besar pekerjaan”.

Dua model distribusi kekayaan AI: UBI dan skema perusahaan teknologi yang dimiliki pemerintah

Dalam wawancara, Roubini mengajukan dua kemungkinan model distribusi kekayaan AI: satu dilakukan setelah pertumbuhan ekonomi, misalnya pendapatan dasar universal, untuk memastikan setiap orang tetap terjamin meski tidak bekerja; dan satu lagi dilakukan sebelum pertumbuhan, dengan membuat masyarakat berbagi langsung dalam proses terbentuknya keuntungan industri AI. Misalnya, pemerintah memegang sebagian ekuitas perusahaan-perusahaan teknologi besar, atau publik memiliki proporsi saham tertentu pada perusahaan AI.

Terkait opsi kedua, Roubini menyebut bahwa Financial Times pernah melaporkan OpenAI sedang membahas untuk menyediakan sekitar 5% saham perusahaan kepada publik. Ia mengatakan jika model ini diterapkan secara luas, perusahaan AI lain mungkin akan mengambil pendekatan serupa, namun saat ini belum jelas apakah pesaing OpenAI di Amerika Serikat bersedia menerima skema tersebut.

Pandangan yang mirip Altman dan Musk: skema pendanaan pemerintah dan visi pekerjaan sebagai pilihan

Pandangan Roubini bersinggungan dengan pernyataan beberapa pemimpin di bidang teknologi. CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya pernah mengusulkan bahwa pemerintah mungkin memberikan dukungan pendanaan tetap kepada masyarakat, namun kemudian sikapnya berubah. Pejabat terkait urusan investasi di Inggris pada awal tahun ini mengatakan pemerintah sedang menilai apakah akan memperkenalkan pendapatan dasar universal untuk membantu pekerja di industri-industri yang mungkin terdampak teknologi AI.

Elon Musk berpendapat bahwa dalam waktu kurang dari 20 tahun, AI dan teknologi robotika mungkin berkembang ke tahap di mana pekerjaan manusia tidak lagi menjadi kebutuhan untuk bertahan hidup, melainkan berubah menjadi pilihan pribadi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan Roubini menerima wawancara Bloomberg dan menyampaikan pandangan di atas?

Menurut laporan, Roubini sekitar pada 18 Juli 2026 (hari Jumat) menerima wawancara Bloomberg Television. Saat ditanya bagaimana menyelesaikan masalah sistem jaminan sosial di Amerika Serikat, ia mengemukakan penilaian di atas mengenai AI yang menggantikan pekerjaan, pendapatan dasar universal, dan pertumbuhan ekonomi.

Apa saja prediksi angka spesifik pertumbuhan GDP global yang disampaikan Roubini?

Saat diwawancarai Bloomberg, Roubini memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi global dapat naik dari 2% hingga 4% saat ini menjadi 6% pada tahun 2040, dan mencapai 10% pada tahun 2050. Ia menyusun hal ini berdasarkan asumsi bahwa AI dan robotika menggantikan tenaga kerja dalam skala besar serta melepaskan potensi produksi yang sangat besar.

OpenAI pernah membahas berapa proporsi saham untuk dibagikan kepada publik?

Berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip Roubini dalam wawancara tersebut, OpenAI pernah membahas untuk menyediakan sekitar 5% saham perusahaan kepada publik, agar masyarakat berbagi keuntungan pertumbuhan yang dibawa oleh kecerdasan buatan. Status terkini dari rancangan rinciannya bergantung pada pengumuman resmi OpenAI.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar