Dolar AS menguat terhadap mata uang utama pada 16 Juli, untuk pertama kalinya dalam tiga sesi perdagangan, saat indeks dolar naik 0,232% menjadi 100,748 pada pukul 16.00 waktu Timur (Eastern Time). Mata uang tersebut menguat seiring permintaan safe-haven yang dipicu meningkatnya ketegangan AS-Iran dan penjualan besar-besaran saham teknologi, sementara pound Inggris membalik sebagian besar kenaikan hari sebelumnya setelah pernyataan bernada dovish dari pejabat senior Bank of England. Terhadap yen Jepang, dolar naik 0,107% menjadi 162,404 yen, sedangkan euro turun 0,204% menjadi 1,14405 dolar dan pound turun 0,451% menjadi 1,34737 dolar, menurut data Yonhap Infomax.
Indeks Dolar Catat Kenaikan di Berbagai Pasangan Mata Uang Utama pada 16 Juli
Nilai tukar dolar-yen berada di level 162,404 yen pada pukul 16.00 waktu Timur pada 16 Juli, naik 0,174 yen atau 0,107% dari penutupan sesi New York sebelumnya di 162,230 yen, menurut Yonhap Infomax. Menteri Keuangan Jepang Katayama Satsuki tampil di hadapan Majelis Nasional dan menyatakan pemerintah akan "mendorong kebijakan untuk lebih mendorong perluasan investasi pada aset keuangan Jepang," seraya merujuk pada Government Pension Investment Fund (GPIF).
Kurs euro-dolar turun 0,00234 dolar atau 0,204% menjadi 1,14405 dolar. Indeks dolar, yang mencerminkan nilai dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,233 poin atau 0,232% menjadi 100,748. Indeks dolar mencapai titik tertinggi intrahari di 100,831.
Konflik AS-Iran dan Ancaman Rute Minyak Mendukung Penguatan Dolar
Dolar mendapat dukungan dari rebound harga minyak yang terkait ketegangan AS-Iran selama sesi New York. Media asing melaporkan bahwa Iran memerintahkan pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup rute pengangkutan minyak Laut Merah jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur tenaga listrik negara tersebut.
Komando Pusat AS mengumumkan pada 16 Juli pukul 2pm waktu Timur bahwa "pasukan AS melancarkan serangan udara baru untuk hari keenam berturut-turut untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran." Indeks aktivitas manufaktur kawasan Philadelphia untuk Juli melonjak 31,1 poin dari bulan sebelumnya menjadi 41,4, menambah tekanan ke arah kenaikan dolar.
Indeks Semikonduktor Philadelphia Turun 4,29% di Tengah Lemahnya Saham Teknologi
Ketiga indeks saham utama AS turun bersamaan. Indeks Komposit Nasdaq yang berfokus pada teknologi turun 1,47%. Indeks Semikonduktor Philadelphia, yang melacak saham semikonduktor dan artificial intelligence, anjlok 4,29%.
Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak, mengatakan: "Jelas terlihat adanya retakan yang signifikan pada saham semikonduktor. Karena itu, perlu terjadi rebound yang kuat dan berkelanjutan dalam waktu dekat, jika tidak maka sinyal peringatan nyata akan muncul."
Pejabat Bank Sentral Keluarkan Pernyataan Terkait Prospek Kebijakan Moneter
Kurs pound-dolar turun 0,00611 dolar atau 0,451% menjadi 1,34737 dolar. Wakil Gubernur Bank of England Sarah Breeden menyatakan pada 16 Juli: "Prospek ekonomi agak lemah dan ada kelonggaran di pasar tenaga kerja. Dua faktor ini menurunkan kemungkinan bahwa guncangan ini akan tertanam dalam perekonomian dan memunculkan dinamika inflasi yang perlu kita tanggapi dengan kebijakan moneter."
Pound, yang sebelumnya melonjak lebih dari 1% terhadap dolar pada hari sebelumnya setelah kabar bahwa sosok yang menekankan kehati-hatian fiskal akan ditunjuk sebagai Kanselir Exchequer Inggris, mengembalikan sekitar setengah dari kenaikan tersebut. Kurs dolar-yuan lepas pantai (CNH) naik 0,0058 yuan atau 0,086% menjadi 6,7738 yuan.
FAQ
Apa yang menyebabkan dolar AS menguat pada 16 Juli?
Dolar naik 0,232% karena permintaan safe-haven yang dipicu meningkatnya ketegangan militer AS-Iran, penurunan 4,29% pada Indeks Semikonduktor Philadelphia, serta komentar bernada dovish dari Wakil Gubernur Bank of England Sarah Breeden yang melemahkan pound Inggris.
Bagaimana kinerja dolar terhadap yen Jepang pada 16 Juli?
Kurs dolar-yen naik 0,107% menjadi 162,404 yen pada pukul 16.00 waktu Timur, naik 0,174 yen dari penutupan sesi sebelumnya di 162,230 yen, menurut data Yonhap Infomax.
Apa yang diumumkan US Central Command terkait Iran pada 16 Juli?
US Central Command mengumumkan pada 16 Juli pukul 2pm waktu Timur bahwa pasukan AS memulai serangan udara baru untuk hari keenam berturut-turut guna semakin melemahkan kemampuan militer Iran.