Kementerian Kehakiman (Department of Justice/DOJ) Amerika Serikat mengumumkan Satuan Tugas Penipuan Perdagangan (Trade Fraud Task Force)-nya melampaui $1 miliar dalam pemulihan pidana dan perdata, denda, perampasan (forfeitures), serta kerugian yang dipublikasikan (publicly charged losses) dalam waktu kurang dari satu tahun setelah peluncurannya. DOJ secara bersamaan membentuk bagian permanen Global Trade & Commerce Enforcement Section di dalam National Fraud Enforcement Division untuk menjadi kantor penegakan pidana utama pemerintah terkait urusan kepabeanan dan penipuan perdagangan. Capaian ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam strategi penegakan di tingkat federal karena otoritas semakin memandang penipuan kepabeanan sebagai bagian dari kejahatan keuangan yang lebih luas dan penegakan keamanan nasional, bukan sekadar isu kepatuhan regulatori.
DOJ Membentuk Bagian Penegakan Global Perdagangan yang Permanen
Jaksa Agung (Assistant Attorney General) Colin McDonald mengumumkan pembentukan resmi Global Trade & Commerce Enforcement Section sebagai unit litigasi permanen di dalam National Fraud Enforcement Division DOJ. Tanggung jawab bagian baru tersebut meluas di luar pengelakan tarif (tariff evasion) dan pelanggaran kepabeanan untuk mencakup pencucian uang berbasis perdagangan (trade-based money laundering), kerja paksa di dalam rantai pasokan global, pelanggaran yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan publik, serta skema yang dirancang untuk menghindari bea masuk atau salah menyajikan barang yang masuk ke Amerika Serikat. Departemen tersebut menyatakan bagian ini akan berfungsi sebagai kantor penegakan pidana utama pemerintah untuk urusan kepabeanan dan penipuan perdagangan.
Satuan Tugas Mencatat Penyelesaian False Claims Act Sebesar $549,5 Juta
DOJ menyatakan Trade Fraud Task Force melampaui ambang batas $1 miliar melalui kombinasi pemulihan pidana, penyelesaian perdata, perampasan, denda, dan kerugian yang dipublikasikan sejak inisiatif tersebut dimulai. Perkara terbesar yang berkontribusi terhadap total tersebut adalah penyelesaian False Claims Act senilai $549,5 juta yang melibatkan seorang importir, yang dijelaskan departemen sebagai penyelesaian terkait perdagangan terbesar yang pernah dicapai di bawah False Claims Act. Pejabat DOJ mengatribusikan capaian tersebut pada kerja sama antara jaksa penuntut federal, Homeland Security Investigations, Customs and Border Protection, U.S. Attorneys' Offices, dan mitra penegak hukum lainnya.
Northern District of Illinois Mengumumkan Tambahan Dakwaan Penipuan Perdagangan
Kantor Jaksa Amerika Serikat untuk Northern District of Illinois mengumumkan dakwaan dalam dua perkara penipuan perdagangan tambahan pada hari yang sama dengan pengumuman DOJ. Kantor tersebut telah muncul sebagai salah satu mitra penuntutan utama Satuan Tugas. Kedua perkara itu berkontribusi terhadap Satuan Tugas melampaui capaian $1 miliar.
False Claims Act Meluas di Luar Denda Administratif
Kementerian Kehakiman terus memperluas penggunaan False Claims Act terhadap importir yang dituduh membayar bea yang kurang atau membuat pernyataan palsu kepada pemerintah federal. Undang-undang tersebut memungkinkan pemerintah menuntut ganti rugi perdata terhadap perusahaan yang secara sadar mengajukan klaim palsu atau menghindari kewajiban finansial yang terutang kepada Amerika Serikat. Dalam konteks kepabeanan, itu mencakup tuduhan yang melibatkan impor dengan nilai yang diremehkan (undervalued imports), pernyataan asal negara yang tidak benar (incorrect country-of-origin declarations), pengelakan tarif (tariff evasion) dan praktik lain yang dirancang untuk mengurangi pembayaran bea. Dikombinasikan dengan penyelidikan pidana bila sesuai, pendekatan ini memberi jaksa kisaran alat penegakan yang lebih luas dibandingkan proses kepabeanan tradisional saja.
FAQ
Apa yang dicapai Trade Fraud Task Force DOJ kurang dari satu tahun setelah peluncuran?
Kementerian Kehakiman (Department of Justice/DOJ) Amerika Serikat mengumumkan Satuan Tugas Penipuan Perdagangan (Trade Fraud Task Force)-nya melampaui $1 miliar dalam pemulihan pidana dan perdata, denda, perampasan (forfeitures), serta kerugian yang dipublikasikan (publicly charged losses) dalam waktu kurang dari satu tahun setelah peluncurannya.
Apa penyelesaian terbesar yang berkontribusi terhadap capaian $1 miliar tersebut?
Perkara terbesar adalah penyelesaian False Claims Act senilai $549,5 juta yang melibatkan seorang importir, yang dijelaskan departemen sebagai penyelesaian terkait perdagangan terbesar yang pernah dicapai di bawah False Claims Act.
Tanggung jawab penegakan apa yang ditangani Global Trade & Commerce Enforcement Section yang baru?
Tanggung jawab bagian tersebut mencakup pencucian uang berbasis perdagangan (trade-based money laundering), kerja paksa di dalam rantai pasokan global, pelanggaran yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan publik, pengelakan tarif, pelanggaran kepabeanan, serta skema yang dirancang untuk menghindari bea masuk atau salah menyajikan barang yang masuk ke Amerika Serikat.