Klausul Etika CLARITY Act Masih Buntu, Masih Terjebak Kebuntuan Antara Partai Republik dan Demokrat Menjelang Masa Reses Agustus

Menurut Park Sang-hyuk, editor Digital Asset, pada 22 Juli, Partai Republik dan Demokrat masih buntu terkait klausul etika dalam UU CLARITY, yang mengatur konflik kepentingan yang melibatkan kepemilikan aset digital oleh pejabat publik.

Sementara Partai Republik telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait klausul etika, dukungan dari pihak Demokrat masih sulit didapat. Demokrat berpendapat bahwa jaksa agung negara bagian harus mengawasi penegakan, sedangkan Partai Republik bersikeras pada yurisdiksi federal. Demokrat memiliki suara penentu—setidaknya 10 suara diperlukan agar rancangan tersebut dapat lolos Senat sebelum reses kongres pada Agustus.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar