Penjualan kendaraan buatan China di Inggris melonjak menjadi 285.000 unit pada 2025, naik dari hanya 384 pada 2015, menurut laporan CNBC dan data Mobility Global. Pada paruh pertama 2026, ekspor mobil China naik 72% year-over-year, didorong oleh melambatnya permintaan domestik ketika penjualan ritel turun 26%, demikian menurut China Association of Automobile Manufacturers.
Inggris telah menjadi pasar yang menarik bagi produsen otomotif China, sebagian karena negara tersebut tidak mengenakan tarif pada kendaraan plug-in hybrid, berbeda dengan Uni Eropa. Model-model China memangkas harga para pesaing lama secara signifikan—BYD Seal U dibanderol hampir £10.000 lebih murah dibanding Tiguan Volkswagen yang sebanding. Para analis mencatat bahwa harga yang menarik meningkatkan minat pembeli, tetapi kualitas dan fitur teknologi menutup kesenjangan tersebut.