Berdasarkan riset Huawen Futures, kontrak utama futures bungkil biji lobak (RM) China RM2609 ditutup pada 2.335 yuan per ton pada 28 Juli, turun 71 yuan per ton atau 2,95% untuk hari itu. Futures minyak mentah internasional anjlok hampir 9% pada Senin di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah, sehingga memberikan tekanan turun yang kuat pada pasar komoditas pertanian.
Futures kedelai CBOT turun 3,33% menjadi 1.211 sen per bushel pada 27 Juli, sementara bungkil kedelai AS turun lebih dari 3%, sehingga menghapus dukungan biaya impor untuk bungkil biji lobak. Selain itu, kondisi tanaman yang kuat di Kanada mendorong perkiraan produksi rapeseed 2026/27 naik menjadi 21 juta ton, yang mengindikasikan pasokan oilseed global yang lebih besar dan biaya impor yang lebih longgar.