Menurut MarketWatch, minyak mentah Brent melonjak menjadi $88,26 pada pertengahan Juli 2026 seiring meningkatnya aksi militer Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta serangan udara balasan AS. Serangan rudal Iran terhadap aset militer AS di kawasan memicu respons Pentagon, sehingga meningkatkan ketegangan geopolitik di koridor pelayaran yang krusial.
Cadangan minyak strategis AS anjlok menjadi 316,5 juta barel—terendah dalam 40 tahun dan kurang dari setengah kapasitas resmi 714 juta barel—per 15 Juli, menurut laporan tersebut. Penurunan tajam ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga minyak berpotensi menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara beberapa analis memperingatkan volatilitas lebih lanjut jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut.