Minyak Mentah Brent Mencapai Puncak di $125, Bukan Prediksi $200, karena Penyesuaian Pasar yang Normal: Rekan Brookings

Menurut Robin Brooks, senior fellow di Brookings Institution dan mantan analis strategi forex di Goldman Sachs, pada 18 Juli harga minyak mentah sempat memuncak di sekitar $125 per barel—bukan prediksi $200—karena mekanisme penyesuaian normal pasar, bukan karena Selat Hormuz tetap terbuka atau karena China menekan harga. Brooks menolak klaim bahwa Selat Hormuz tidak diblokade secara efektif, dengan merujuk data resmi produksi kawasan Teluk yang menunjukkan pengiriman tanker nyaris berhenti pada Maret–April, sementara ekspor minyak mentah Irak turun hingga mendekati nol pada April. Ia juga membantah argumen bahwa penurunan impor minyak mentah China menjadi rem utama bagi harga minyak; Brooks mencatat bahwa negara-negara dengan cadangan strategis yang memadai—termasuk Korea Selatan dan Jepang—juga memanfaatkan cadangan pada periode yang sama, sedangkan India tetap menjaga impor dengan memanfaatkan pengecualian sanksi AS untuk minyak mentah Rusia. Minyak mentah Brent menembus lebih dari $126 pada akhir April, lalu terkoreksi; ketegangan terbaru Iran–AS telah memperbarui dorongan, tetapi harga masih di bawah $90 per barel.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar