Paxful Dikenai Denda $4M Setelah Mengakui Dana Kriminal Dipindahkan Melalui Platform-nya

CryptoNewsLand
IN-2,49%
  • Paxful diperintahkan membayar denda sebesar 4 juta dolar setelah mengakui bahwa mereka memfasilitasi transaksi kriminal.

  • Jaksa mengatakan Paxful mengabaikan undang-undang anti pencucian uang untuk mengembangkan platformnya.

  • Paxful memproses transaksi senilai 3 miliar dolar sementara kriminal memindahkan dana ilegal.

Paxful Holdings Inc. diperintahkan membayar denda kriminal sebesar 4 juta dolar setelah mengakui bahwa mereka memungkinkan uang ilegal mengalir melalui platformnya. Jaksa AS mengatakan perusahaan secara sadar mendapatkan keuntungan dari pengguna yang terlibat dalam penipuan, prostitusi, dan perdagangan manusia. Departemen Kehakiman mengonfirmasi hukuman tersebut setelah Paxful mengaku bersalah pada bulan Desember. Otoritas mengatakan bahwa pertukaran tersebut mengabaikan kewajiban anti-pencucian uang sambil menarik pelanggan berisiko tinggi.

🚨PAXFUL AKAN BAYAR 4JUTA DOLAR ATAS KELALAIAN AML

Paxful dijatuhi hukuman membayar 4 juta dolar setelah jaksa AS mengatakan bahwa mereka mendapatkan keuntungan dari kontrol anti pencucian uang yang lemah.

Otoritas mengklaim platform tersebut membiarkan dana terkait penipuan dan prostitusi mengalir melalui sistemnya. pic.twitter.com/qzOs4fC6Te

— Coin Bureau (@coinbureau) 11 Februari 2026

Jaksa mengatakan Paxful memasarkan dirinya sebagai platform dengan pemeriksaan identitas yang terbatas. Perusahaan mempromosikan pendekatan tersebut untuk menarik lebih banyak pengguna. Namun, penyelidik menemukan bahwa para eksekutif memahami bahwa kriminal menggunakan layanan tersebut. Meski mengetahui hal itu, Paxful tetap melanjutkan proses transaksi.

Antara Januari 2017 dan September 2019, Paxful menangani lebih dari 26 juta transaksi. Transaksi tersebut bernilai hampir 3 miliar dolar. Selama periode itu, perusahaan memperoleh pendapatan lebih dari 29,7 juta dolar. Jaksa mengatakan sebagian dari pendapatan tersebut berasal dari aktivitas ilegal. Pada bulan Desember, Paxful dikenai denda sebesar 7,5 juta dolar karena transaksi cryptocurrency ilegal dan kegagalan kepatuhan.

Rincian Perilaku Kriminal oleh DOJ

Departemen Kehakiman mengatakan Paxful sadar akan pengiriman uang yang diperoleh melalui kejahatan. Selain itu, jaksa menemukan bahwa Paxful tidak memiliki program anti pencucian uang yang efektif. Perusahaan memiliki kebijakan tertulis yang tidak mencerminkan kenyataan.

Penyelidik mengatakan Paxful menarik pelanggan dengan menyoroti standar kepatuhan yang lemah. Akibatnya, kriminal menggunakan platform tersebut untuk memindahkan dana dengan sedikit hambatan. Jaksa menentukan bahwa Paxful lebih mengutamakan pertumbuhan dan pendapatan daripada kepatuhan regulasi. Oleh karena itu, otoritas menuntut tindakan pidana.

Departemen Kehakiman awalnya menetapkan hukuman pidana sebesar 112,5 juta dolar. Namun, pejabat meninjau keuangan Paxful dan menyimpulkan bahwa perusahaan tidak mampu membayar jumlah tersebut. Akibatnya, pengadilan menjatuhkan denda yang dikurangi menjadi 4 juta dolar. Jaksa mengatakan analisis keuangan independen mereka mendukung keputusan tersebut.

Kaitan dengan Backpage dan Keuntungan Ilegal

Jaksa mengidentifikasi Backpage sebagai salah satu pelanggan Paxful. Otoritas menutup Backpage setelah menghubungkannya dengan aktivitas prostitusi ilegal. Penyidik melaporkan bahwa Paxful menangani transfer bitcoin yang terkait dengan Backpage dan satu situs lainnya.

Dompet Paxful mentransfer sekitar 17 juta dolar bitcoin ke platform tersebut antara 2015 dan 2022. Akibatnya, Paxful meraup keuntungan minimal 2,7 juta dolar dari transaksi tersebut. Jaksa juga mengatakan bahwa pendiri perusahaan merujuk pada pertumbuhan yang terkait dengan transaksi tersebut.

Otoritas menyimpulkan bahwa pengawasan yang lemah dari Paxful memungkinkan jaringan kriminal beroperasi. Mereka mengatakan perusahaan memahami risiko yang terkait dengan transfer tersebut. Meski begitu, Paxful terus memfasilitasi aktivitas tersebut.

Pengakuan Bersalah Pendiri dan Kerja Sama Berkelanjutan

Mantan kepala teknologi dan salah satu pendiri Paxful, Artur Schaback, mengaku bersalah pada Juli 2024. Dia mengakui bahwa dia tidak mampu mengembangkan dan mempertahankan program anti pencucian uang yang sukses. Jaksa juga menuduh bahwa dia berbohong kepada pengguna mengenai persyaratan know-your-customer.

Schaback kini menunggu vonis di California. Hakim memindahkan sidang vonis dari Januari ke Mei. Jaksa mengatakan dia terus bekerja sama dengan penyelidikan pemerintah. Kerja sama tersebut dapat mempengaruhi hukuman akhirnya.

Otoritas AS belum menuntut salah satu pendiri, Ray Youssef, dalam kasus ini. Sementara itu, Paxful ditutup pada November karena pelanggaran sebelumnya dan meningkatnya biaya kepatuhan. Regulator masih menindak perusahaan kripto yang tidak mematuhi aturan. Awal tahun 2025, BitMEX dikenai denda 100 juta dolar oleh pengadilan AS karena gagal mematuhi aturan AML dan KYC selama lima tahun.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar