Jane Street Hadapi Gugatan Terkait Hilangnya "Aksi Jual Bitcoin Pukul 10 Pagi": Mengungkap Dinamika Kekuatan Raksasa Kuantitatif

Pasar
Diperbarui: 2026-02-26 12:37

Pada 24 Februari 2026, kurator kebangkrutan yang ditunjuk pengadilan untuk Terraform Labs mengajukan gugatan besar di Pengadilan Federal AS di New York terhadap Jane Street, salah satu firma perdagangan kuantitatif terkemuka di dunia. Tuduhan utama berpusat pada kehancuran ekosistem Terra senilai $40 miliar pada Mei 2022: Jane Street dituduh menggunakan informasi non-publik yang diperoleh dari orang dalam Terraform untuk melakukan perdagangan "front-running". Tidak hanya Jane Street diduga meraup keuntungan secara ilegal, tetapi tindakan mereka juga mempercepat kehancuran Terra dan secara tidak langsung memicu "crypto winter" berikutnya.

Langkah hukum ini segera memicu "efek kupu-kupu" di pasar kripto, jauh melampaui kasus itu sendiri. Salah satu fenomena pasar yang mencolok adalah berakhirnya secara tiba-tiba pola "penjualan Bitcoin pukul 10 pagi" (Waktu Timur AS) setelah berita gugatan tersebut tersebar—sebuah pola yang telah lama mengganggu para trader. Bitcoin melonjak 10%, menambah sekitar $120 miliar pada kapitalisasi pasar, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, grafik mingguan Bitcoin berubah hijau setelah lima candle merah berturut-turut. Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, berkomentar di media sosial, "Ancaman itu sudah hilang," sehingga memicu spekulasi di seluruh pasar.

Rincian Tuduhan dan Kronologi

Menurut dokumen pengadilan, gugatan ini mengungkap peran krusial institusi selama peristiwa pasar ekstrem, dengan kronologi yang menyoroti masalah asimetri informasi.

  • Pembentukan saluran rahasia: Gugatan menuduh Jane Street memanfaatkan Bryce Pratt, mantan intern di Terraform, untuk membuat grup privat bernama "Bryce’s Secret" bersama mantan kolega. Awalnya digunakan untuk membahas peluang investasi, saluran ini diduga menjadi "jalan belakang" untuk mengakses informasi non-publik penting tentang Terraform.
  • 10 menit yang menentukan: Pada pukul 17.44 Waktu Timur AS, 7 Mei 2022, Terraform diam-diam menarik 150 juta UST dari pool likuiditas Curve 3pool tanpa pengumuman publik. Kurang dari 10 menit kemudian, pada pukul 17.53, Jane Street mengikuti, menarik sekitar 85 juta UST dari pool yang sama. Transaksi ini dituduh sebagai "front-run" berdasarkan informasi orang dalam, yang langsung memicu aksi jual panik pada UST.
  • Bottom-fishing saat krisis: Ketika de-pegging UST semakin parah, Jane Street kembali dituduh memanfaatkan keunggulan informasi mereka. Dokumen menunjukkan Bryce Pratt menghubungi Do Kwon secara langsung, menyatakan minat membeli Bitcoin atau token Luna senilai $200 juta hingga $500 juta dengan diskon besar, bertujuan meraup keuntungan dari kehancuran dengan biaya lebih rendah.

Data Pasar dan Analisis Struktur

Pasar bereaksi tajam begitu gugatan diumumkan. Bukti paling langsung adalah hilangnya pola "penjualan Bitcoin pukul 10 pagi", yang telah bertahan selama berbulan-bulan. Sebelumnya, banyak pelaku pasar menyadari bahwa sekitar pukul 10 pagi Waktu Timur AS—bertepatan dengan pembukaan ETF spot Bitcoin—order jual besar secara rutin menahan rebound harga. Setelah gugatan, pola ini terputus dan sentimen pasar segera berbalik.

Berdasarkan data pasar Gate, per 26 Februari 2026, harga BTC/USDT rebound kuat dari titik terendah terbaru di $62.900, sempat menembus $68.000 dengan kenaikan signifikan dalam 24 jam. Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar kripto total meningkat hampir $200 miliar. Rally ini mengakhiri koreksi berkelanjutan Bitcoin sejak rekor tertinggi pada Oktober 2025.

Namun, masalah struktur mendasar di pasar jauh lebih kompleks dari yang terlihat. Gugatan ini mendorong pemeriksaan mendalam terhadap mekanisme perdagangan di balik ETF spot Bitcoin. Para analis mencatat bahwa sebagai authorized participant ETF, perilaku perdagangan Jane Street sangat dipengaruhi oleh mekanisme tersebut.

  • Ketidaksesuaian spot vs. futures: Authorized participant tidak selalu membeli atau menjual Bitcoin spot secara langsung saat melakukan arbitrase ETF. Ketika futures diperdagangkan dengan premi, mereka bisa memilih hedging menggunakan futures Bitcoin dan derivatif lain. Ini berarti arus masuk ETF besar yang diamati belum tentu berujung pada pembelian spot langsung, melainkan diserap pasar futures, sehingga price discovery lebih banyak terjadi di pasar futures daripada spot.
  • Pengecualian regulasi dan area abu-abu: Di bawah SEC Regulation SHO, authorized participant mendapat pengecualian tertentu saat melakukan short-selling saham ETF—mereka bisa menjual terlebih dahulu dan mencari saham nanti. Meski dirancang untuk menjaga likuiditas ETF, hal ini juga memberi institusi besar ruang untuk operasi kompleks, memungkinkan mereka menekan pasar lewat derivatif tanpa membeli aset spot secara langsung.

Membedah Sentimen Pasar

Saat ini, komentar pasar sangat terpecah antara "fakta" dan "opini", dengan banyak spekulasi yang beredar.

  • (Fakta) Tuduhan hukum dan bantahan:
    • Klaim penggugat: Kurator kebangkrutan Terraform memberikan kronologi rinci, menuduh Jane Street melakukan front-running dengan informasi orang dalam dan mencoba bottom-fishing di harga rendah, yang secara langsung menyebabkan kehancuran Terra.
    • Bantahan tergugat: Juru bicara Jane Street dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyebut gugatan "tidak berdasar dan oportunistik", bertujuan mengambil uang dari perusahaan, serta menekankan bahwa kehancuran Terra berasal dari perilaku penipuan mereka sendiri.
  • (Opini) Atribusi dan spekulasi di pasar:
    • Komunitas kripto: Banyak yang mengaitkan hilangnya pola "penjualan Bitcoin pukul 10 pagi" langsung dengan gugatan. Pandangan umum adalah Jane Street atau algoritma yang mereka operasikan berada di balik order jual tetap, dan "penarikan diri" mereka setelah digugat membebaskan tekanan beli di pasar.
    • Perspektif analis: Lebih hati-hati. Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, mengakui pasar merasa "ancaman sudah hilang", tapi mempertanyakan, "Apakah hanya menghilangkannya cukup untuk menopang rally?" Ini menunjukkan kemungkinan faktor yang lebih kompleks mendorong rebound, bukan hanya satu kejadian.
  • (Spekulasi) Logika narasi:
    • Teori umum menyebut Jane Street, sebagai penyedia likuiditas utama Coinbase dan pemegang saham besar di beberapa perusahaan mining kripto, punya kemampuan melakukan arbitrase lintas pasar yang kompleks menggunakan spot, futures, saham ETF, dan saham mining. Aktivitas perdagangan mereka bisa secara objektif menekan harga, meski niatnya hanya arbitrase netral.

Menguji Keaslian Narasi

Narasi bahwa "Jane Street memanipulasi pasar, menyebabkan penjualan pukul 10 pagi" sangat viral, namun keasliannya perlu diuji dari berbagai sudut.

Pertama, tidak ada bukti publik bahwa Jane Street secara sistematis menjual Bitcoin pada waktu tetap setiap hari. Semua kaitan didasarkan pada kebetulan waktu dan spekulasi pasar. Kedua, model perdagangan kuantitatif Jane Street biasanya dibangun di atas algoritma kompleks dan banyak faktor, sehingga kecil kemungkinan mereka menggunakan strategi "penjualan terjadwal" yang sederhana dan mudah dikenali. Lebih mungkin, sebagai penyedia likuiditas dan arbitrase utama, mereka melakukan hedging atau rebalancing berskala besar saat jam pembukaan ETF, yang dalam kondisi pasar tertentu memang menciptakan tekanan jual berkelanjutan. Ketika tekanan hukum memaksa mereka menghentikan atau menyesuaikan strategi tersebut, tekanan jual pun hilang dan pasar rebound. Jadi, alih-alih "manipulasi jahat" yang dihentikan, lebih tepat dikatakan "strategi perdagangan frekuensi tinggi dihentikan sementara", yang kemudian diinterpretasikan pasar sebagai sinyal bullish.

Analisis Dampak Industri

Terlepas dari hasil gugatan, peristiwa ini sudah memberi dampak mendalam pada industri kripto.

  • Pembatasan perilaku market maker: Kasus ini, bersama gugatan sebelumnya terhadap Jump Trading, mengirim sinyal jelas ke semua raksasa finansial tradisional yang masuk kripto: regulator dan kurator kebangkrutan mengawasi ketat tindakan institusi saat peristiwa pasar ekstrem. Market maker harus lebih hati-hati mengelola arus informasi dan timing perdagangan agar terhindar dari tuduhan insider trading.
  • Pertanyaan pada mekanisme ETF: Insiden ini memicu diskusi publik tentang mekanisme dasar ETF spot Bitcoin—khususnya sistem authorized participant. Pasar mulai menyadari arus dana ETF dan harga spot tidak selalu berkorelasi linear, dan arbitrase kompleks oleh authorized participant justru bisa memperbesar volatilitas saat tekanan pasar.
  • Dampak pada pendanaan proyek kripto: Jane Street banyak berinvestasi di proyek seperti ZetaChain, Arbitrum, 1inch, dan sejumlah perusahaan mining kripto. Gugatan dan dampak reputasinya bisa membuat strategi investasi Jane Street di kripto menjadi lebih konservatif, mempengaruhi sumber modal di pasar primer.

Proyeksi Skenario

Beberapa skenario mungkin terjadi seputar kontroversi Jane Street:

  1. Skenario Satu: Penyelesaian hukum, pembatasan bisnis (paling mungkin)
  2. Jane Street bisa mencapai penyelesaian besar dengan penggugat untuk mengakhiri gugatan, menghindari perang hukum berkepanjangan dan kerusakan reputasi lebih lanjut. Akibatnya, bisnis terkait kripto—terutama di pasar berkembang seperti India, di mana asetnya sudah dibekukan—akan menghadapi pengawasan regulasi lebih ketat dan pemangkasan paksa.
  3. Skenario Dua: Gugatan berlanjut, strategi terbuka (kemungkinan sedang)
  4. Jika kasus masuk tahap discovery, lebih banyak strategi perdagangan kuantitatif Jane Street, komunikasi internal, dan interaksi dengan Terra bisa terungkap ke publik. Ini dapat mengonfirmasi beberapa dugaan pasar, memicu refleksi industri tentang peran market maker, dan mendorong regulator merevisi aturan authorized participant ETF.
  5. Skenario Tiga: Jane Street menang, narasi runtuh (paling kecil kemungkinan)
  6. Jika Jane Street mampu menunjukkan bukti kuat atas independensi perdagangan dan berhasil membantah tuduhan Terraform sebagai sekadar pengalihan kesalahan, narasi pasar saat ini yang dibangun di atas "hilangnya pola penjualan" akan runtuh. Ini bisa memicu koreksi emosional jangka pendek saat pasar mencari keseimbangan harga baru.

Kesimpulan

Gugatan Jane Street menjadi cermin, merefleksikan detail keras kehancuran Terra tiga tahun lalu sekaligus struktur kompleks pasar kripto yang kini sangat terinstitusi. Hilangnya pola "penjualan Bitcoin pukul 10 pagi"—apakah itu menghapus "manipulasi jahat" atau sekadar menghentikan sementara strategi frekuensi tinggi yang sah—pada akhirnya mungkin diputuskan di pengadilan. Yang pasti, episode ini telah menyoroti mekanisme market making ETF, pengaruh raksasa kuantitatif, dan nilai informasi di dunia kripto. Bagi investor, memahami desain sistem dan dinamika kekuatan di balik pergerakan harga kini menjadi lebih penting dari sebelumnya.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
1