Kontroversi Closed-Source Hyperliquid dan Model "Exchange Factory": Bagaimana DEX Menyeimbangkan Performa dan Transparansi?

Diperbarui: 2026-02-09 08:10

Kritik terbuka dari seorang pemimpin industri dapat diibaratkan seperti melempar batu ke danau yang tenang—menimbulkan riak di sektor bursa terdesentralisasi (DEX) dan secara tak terduga menyoroti kontradiksi inti sekaligus peluang baru dalam perjalanan DEX ke depan.

Pada 8 Februari 2026, Kyle Samani, mantan mitra di sebuah perusahaan investasi terkemuka, melontarkan kritik tajam terhadap Hyperliquid, DEX perpetual berperforma tinggi, beserta pendirinya, Jeff Yan. Ia menuduh platform tersebut "mewakili hampir semua masalah di dunia kripto," khususnya menyoroti "kode sumber tertutup" dan sifatnya yang "berizin." Hal ini memicu perdebatan sengit di komunitas. Para pendukung menanggapi bahwa penggunaan pendapatan protokol Hyperliquid untuk pembelian kembali token dan insentif komunitas justru merupakan bentuk kembali ke nilai-nilai dasar kripto.

Sementara itu, model "exchange factory" yang mulai berkembang dari Hyperliquid diam-diam mendapatkan momentum, menawarkan perspektif baru dan praktis dalam perdebatan seputar esensi DEX yang sesungguhnya.

Inti Kontroversi: Paradoks "Sentralisasi" dalam DEX

Kritik Samani menyentuh titik sensitif di dunia keuangan terdesentralisasi. Menurutnya, DEX ideal harus sepenuhnya open-source, permissionless, dan benar-benar transparan. Namun, Hyperliquid—salah satu DEX perpetual paling sukses di pasar—belum membuka seluruh tumpukan teknologinya ke publik.

Respons komunitas pun beragam. Analis Yunt Capital, Steven, membantah, menyoroti bahwa Hyperliquid membangun komunitasnya melalui salah satu airdrop token terbesar dalam sejarah—senilai 9 miliar dolar AS—dan telah mengalokasikan hingga 960 juta dolar AS dari pendapatan sepenuhnya untuk pembelian kembali token, sebuah pengembalian signifikan untuk komunitas.

Pada dasarnya, perdebatan ini mencerminkan dilema abadi dalam dunia kripto: Haruskah fokus utama pada desentralisasi mutlak dan kemurnian ideologi, ataukah diperlukan kompromi arsitektur demi performa, pengalaman pengguna, dan adopsi arus utama?

Menyeimbangkan Performa dan Idealisme: Nilai DEX Sumber Tertutup

Hyperliquid memilih jalur yang tampak bertentangan dengan idealisme DEX tradisional. Platform ini beroperasi di blockchain berperforma tinggi miliknya sendiri (HyperCore) dan menggunakan sistem validator yang relatif terpusat. Arsitektur ini memberikan keunggulan signifikan. Seperti yang pernah disampaikan pendirinya, Jeff Yan, sejak 2023, merancang rantai khusus adalah kunci untuk membuka potensi penuh DEX perpetual.

Bagi pengguna yang mencari latensi sangat rendah, leverage tinggi, dan strategi perdagangan kompleks, performa Hyperliquid menjadi nilai jual utama. Data TVL (total value locked) dan volume perdagangan mereka membuktikan pengakuan pasar atas pendekatan ini.

Dimensi Fitur DEX Open-Source Tradisional (misal: Uniswap) DEX Sumber Tertutup/Parsis Tertutup Berperforma Tinggi (misal: Hyperliquid)
Transparansi Teknis Sepenuhnya open-source, kode dapat diaudit Kode inti bisa tertutup atau hanya sebagian terbuka
Performa & Skalabilitas Terbatas oleh rantai publik dasar (misal: Ethereum) Optimasi rantai khusus, batas teoretis lebih tinggi
Tata Kelola & Upgrade Dipimpin komunitas, bisa lambat Dipimpin tim inti, pengambilan keputusan efisien
Model Keamanan Bergantung pada audit kode komunitas luas Bergantung pada audit internal dan mitra terpilih
Kasus Penggunaan Umum Spot swap, DeFi "Lego" umum Perpetual leverage tinggi, perdagangan frekuensi tinggi

Melampaui Pola Lama: "Exchange Factory" dan Ekosistem HIP-3

Di tengah perdebatan soal DEX sumber tertutup, inovasi yang lebih revolusioner diam-diam berkembang dalam ekosistem Hyperliquid. Hal ini berawal dari peluncuran protokol HIP-3, yang mengubah HyperCore dari sekadar produk menjadi platform yang dapat dibangun.

Protokol inti ekosistem, Kinetiq, memanfaatkan peluang ini. Sebagai protokol liquid staking terbesar di Hyperliquid dengan TVL lebih dari 7 miliar dolar AS, Kinetiq menggunakan HIP-3 untuk menciptakan platform bernama "Launch."

Pendiri Launch, Omnia, menggambarkannya sebagai perpaduan antara Shopify (untuk pembuatan situs web) dan Kickstarter (untuk crowdfunding). Platform ini memungkinkan tim mana pun untuk dengan cepat meluncurkan exchange HIP-3 yang dikustomisasi melalui proses permissionless dan crowdfunding margin.

Cara Kerja "Exchange Factory": Studi Kasus Nyata Kinetiq

Kinetiq sendiri menjadi "pelanggan" pertama sekaligus contoh praktik terbaik untuk platform Launch. Produk DEX andalannya, "Markets," merupakan exchange HIP-3 pertama yang dibangun dengan Launch. Platform ini resmi diluncurkan pada 12 Januari 2026, menawarkan kontrak perpetual untuk aset keuangan tradisional seperti saham (misal: BABA), indeks komoditas (minyak mentah, energi), dan indeks obligasi.

Model operasional Launch secara cerdas menggabungkan partisipasi komunitas dengan inkubasi proyek. Setiap tim yang ingin meluncurkan exchange baru harus terlebih dahulu berkomitmen mengumpulkan minimal 500.000 token HYPE sebagai margin awal dan melakukan staking.

Periode staking ditetapkan oleh tim proyek, dengan opsi perpanjangan setelah masa berlaku habis. Desain ini memberikan dukungan kredit dan fondasi likuiditas bagi proyek, sementara mekanisme staking token menyelaraskan kepentingan proyek dengan para pendukung awal (staker).

Untuk mengatasi potensi fragmentasi likuiditas (di mana beberapa exchange mencatatkan aset yang sama sehingga likuiditas terpecah), strategi Kinetiq adalah fokus pada aset dengan permintaan perdagangan yang kuat dan memastikan pasangan yang dicatatkan menjadi acuan harga utama untuk aset tersebut.

Respons Pasar dan Prospek ke Depan

Munculnya model baru di tengah perdebatan yang berlangsung menggambarkan persaingan sengit di ranah DEX. Hyperliquid kini menghadapi tantangan dari DEX perpetual pendatang baru seperti Lighter dan Extended. Namun, pendiri Kinetiq meyakini keunggulan Hyperliquid masih kuat, mengacu pada efek jaringan yang terbukti (antara market maker dan trader), fokus infrastruktur tim inti, serta eksekusi yang unggul.

Secara lebih luas, munculnya model "exchange factory" menandai pergeseran dalam pengembangan DEX—dari persaingan produk menjadi persaingan ekosistem dan platform. Protokol inti kini tidak lagi sekadar menyediakan tempat perdagangan; mereka ingin menjadi lahan subur bagi pasar perdagangan yang beragam dan spesialis.

Risiko dan Prospek: Menavigasi Inovasi dan Stabilitas

Baik efisiensi dari pendekatan sumber tertutup maupun potensi inovasi yang dibawa model "factory" menghadirkan pertimbangan risiko baru. Bagi peserta model seperti Launch, memahami mekanismenya sangat penting. Misalnya, komitmen staking margin dari tim proyek menjadi garis pertahanan pertama terhadap risiko, sementara periode staking dan mekanisme perpanjangan sangat penting untuk stabilitas modal jangka panjang. Investor yang terlibat dalam ekosistem semacam ini perlu menilai secara cermat visi jangka panjang tim proyek dan tokenomics-nya.

Ke depan, evolusi DEX kemungkinan akan semakin beragam. Kita mungkin akan melihat DEX "app-chain" yang berfokus pada performa ekstrem dan kepatuhan regulasi berdampingan dengan DEX open-source penuh yang mengutamakan komposabilitas dan resistensi sensor. Protokol middleware seperti "exchange factory" bisa menjadi penghubung utama antar paradigma, mendorong inovasi di pasar vertikal. Pada akhirnya, perdebatan—yang dipicu oleh transparansi satu baris kode—akan mendorong industri mencari keseimbangan yang lebih baik.

Kinerja pasar Hyperliquid (HYPE) secara nyata mencerminkan benturan filosofi teknis ini. Berdasarkan data pasar Gate, per 9 Februari 2026, HYPE diperdagangkan di harga 32,64 dolar AS, naik 5,13% dalam 24 jam terakhir, menandakan keterlibatan pasar yang aktif di tengah kontroversi. Kapitalisasi pasarnya mencapai 7,77 miliar dolar AS, dengan kenaikan harga 39,66% selama setahun terakhir. Beberapa analis memprediksi harga HYPE bisa berfluktuasi antara 50,5 hingga 58,03 dolar AS pada 2031.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten