Anggaran renovasi untuk gedung kantor Federal Reserve telah membengkak dari semula $1,9 miliar menjadi hampir $2,5 miliar. Meskipun biasanya hal ini dianggap sebagai kasus rutin pembengkakan biaya pemerintah, kini isu tersebut menjadi titik panas terbaru dalam konflik yang semakin memanas antara Presiden Trump dan Ketua Fed Jerome Powell. Pada 11 Januari 2026, Powell mengonfirmasi bahwa jaksa federal telah memulai penyelidikan pidana terkait kemungkinan pernyataan palsu yang ia buat tentang skala proyek tersebut saat memberikan kesaksian di Kongres pada Juni lalu.
Penyelidikan ini dipimpin oleh Piro, sekutu lama Trump sekaligus kepala Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia, dan telah disetujui sejak November tahun lalu. Dampak dari penyelidikan ini kini mulai merambat ke pasar keuangan global melalui mekanisme transmisi yang kompleks.
Titik Panas: Peristiwa Bergulir
Jumat lalu, Powell menerima surat panggilan dari dewan juri Departemen Kehakiman, yang mengancamnya dengan tuntutan pidana atas kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni 2025. Dalam pernyataan video, Powell merespons secara langsung, menyebut tuduhan tersebut sebagai "dalih" dan menegaskan bahwa alasan sebenarnya di balik penyelidikan adalah penolakan Fed untuk "mengikuti keinginan presiden" terkait kebijakan suku bunga.
Penyelidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini bukan hanya menandai eskalasi dalam perseteruan panjang antara Trump dan Powell, tetapi juga merupakan peringatan tegas bagi Powell dan calon penerusnya.
Peringatan Bessent
Menteri Keuangan Bessent turun tangan secara mendesak, menyampaikan kepada Trump bahwa penyelidikan ini telah menjadi "kekacauan" dan berpotensi berdampak negatif pada pasar keuangan. Peringatan ini memiliki bobot yang signifikan. Sebagai mantan manajer hedge fund, Bessent sangat peka terhadap volatilitas pasar. Lebih penting lagi, saat ini ia menjabat sebagai Komisaris IRS sementara, sehingga memahami sepenuhnya potensi reaksi berantai secara hukum dan finansial yang bisa dipicu oleh penyelidikan tersebut.
Yang patut dicatat, penyelidikan ini dimulai tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Departemen Keuangan, pejabat senior Gedung Putih, maupun divisi utama di Departemen Kehakiman, sehingga peringatan Bessent menjadi semakin mendesak.
Di Balik Penyelidikan
Inti dari penyelidikan ini adalah renovasi dua gedung utama kantor Federal Reserve. Proyek ini dimulai pada 2022 dan dijadwalkan selesai pada 2027. Anggaran membengkak akibat kenaikan harga material konstruksi. Trump berulang kali mengkritik proyek tersebut karena "pembengkakan biaya" dan menuduh Powell "tidak kompeten." Powell, dalam kesaksian di Kongres pada Juni, membela renovasi sebagai kebutuhan untuk "keamanan dan modernisasi," serta membantah tuduhan pengeluaran berlebihan.
Para analis menilai penyelidikan ini berfungsi sebagai "balas dendam Trump" sekaligus upaya untuk memaksa Powell mundur dari Fed, membuka jalan bagi Trump untuk menunjuk penggantinya sendiri.
Reaksi Pasar yang Langsung
Saham AS mengalami volatilitas yang signifikan pada 12 Januari. Dow Jones Industrial Average dibuka turun hampir 500 poin, namun akhirnya ditutup naik 0,17% di 49.590,2. Volatilitas ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap independensi Fed. Investor khawatir jika kebijakan moneter tunduk pada tekanan politik, kemampuan AS untuk mengendalikan inflasi dapat terganggu secara serius.
Aset safe haven melonjak. Harga emas spot mencapai rekor tertinggi baru, sementara dolar AS melemah, menandakan hilangnya kepercayaan global terhadap aset AS.
Manuver Politik dan Suksesi
Senator Thom Tillis, anggota Komite Perbankan Senat dari Partai Republik, secara tegas menyatakan akan menolak calon Fed dari Trump hingga gejolak saat ini terselesaikan. Sikap ini sangat krusial karena masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir Mei mendatang. Trump baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia telah memilih pengganti Powell.
Tiga mantan Ketua Fed—Ben Bernanke, Alan Greenspan, dan Janet Yellen—mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk penyelidikan tersebut sebagai "upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggunakan penuntutan guna melemahkan independensi Federal Reserve."
Kripto sebagai Safe Haven
Ketika pasar keuangan tradisional menghadapi ketidakpastian, aset kripto sering kali muncul sebagai safe haven. Berikut tren harga terbaru untuk kripto utama di Gate beserta analisis faktor pendorongnya:
| Cryptocurrency | Tren Harga (per 13 Jan) | Analisis Dampak Pasar |
|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | Lonjakan volume perdagangan 24 jam yang signifikan | Gejolak di pasar tradisional mendorong permintaan aset safe haven; penyelidikan Fed meningkatkan daya tarik aset terdesentralisasi |
| Ethereum (ETH) | Harga relatif stabil, sedikit naik | Investor institusional kemungkinan melakukan penyesuaian portofolio untuk lindung nilai terhadap risiko independensi Fed |
| USDT/USDC | Aktivitas pasangan perdagangan meningkat tajam | Stablecoin berfungsi sebagai pelabuhan sementara selama turbulensi pasar |
Analis pasar mencatat bahwa krisis independensi Fed dapat mempercepat pergeseran global modal dari keuangan tradisional ke ekosistem keuangan terdesentralisasi.
Pemerintahan Trump juga mengambil serangkaian tindakan eksekutif, termasuk menginstruksikan Fannie Mae dan Freddie Mac untuk membeli $200 miliar sekuritas berbasis hipotek serta menyerukan batas bunga kartu kredit sebesar 10%. Langkah-langkah ini dipandang sebagai upaya untuk melewati Fed dan melakukan intervensi langsung terhadap suku bunga.
Diversifikasi Jalur sebagai Strategi Alokasi
Di lingkungan pasar saat ini, strategi alokasi aset tradisional berada di bawah tekanan. Ketika ekonomi global memasuki fase "chaos kritis," korelasi antar aset meningkat dan harga bereaksi lebih tajam terhadap perubahan kebijakan.
Diversifikasi jalur kini muncul sebagai pendekatan alokasi baru. Strategi ini menuntut investor untuk memposisikan portofolio mereka di berbagai faktor risiko, perubahan kebijakan, dan narasi pasar, sehingga tetap tangguh di berbagai kemungkinan jalur pasar.
Tergerusnya independensi Fed dapat semakin memperkuat nilai kripto sebagai kelas aset non-tradisional. Alih-alih sekadar memperluas kelas aset, diversifikasi jalur berfokus pada rentang kemungkinan lintasan harga.
Trump bersikeras bahwa ia "tidak tahu apa-apa" tentang penyelidikan tersebut, namun di saat yang sama terus mengkritik kinerja Powell di Fed dan kemampuannya mengelola proyek gedung. Powell sendiri tetap teguh: "Saya akan terus menjalankan tugas yang dipercayakan oleh Senat." Peringatan Bessent telah terbukti. Modal kini mencari pelabuhan baru di seluruh dunia—baik emas yang mencetak rekor tertinggi maupun volume perdagangan kripto yang melonjak, pesannya jelas. Apakah Powell akan menolak mundur bergantung pada kemampuannya bertahan di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan apakah kepercayaan pasar terhadap independensi Fed dapat dipulihkan. Apapun hasil akhirnya, lanskap keuangan global sudah mulai bergeser secara perlahan akibat rangkaian peristiwa ini.


