Perombakan Tokenomik Aster DEX: Beralih ke Emisi Staking, Pembukaan Token Bulanan Dikurangi hingga 97%

Pasar
Diperbarui: 2026-03-31 12:50

Setelah hiruk-pikuk perdagangan di akhir tahun 2025, aktivitas di sektor DEX kontrak perpetual mulai mereda. Dalam situasi ini, perancangan model tokenomik yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga daya saing jangka panjang bagi platform-platform tersebut.

Pada 30 Maret 2026, Aster secara resmi mengumumkan perubahan besar pada mekanisme emisi tokennya: meninggalkan skema unlock bulanan linear sebelumnya dan beralih ke model emisi yang berpusat pada staking. Perubahan ini memangkas jumlah token ASTER yang masuk ke sirkulasi setiap bulan sekitar 97%, menjadikannya salah satu pembaruan tokenomik yang paling diperhatikan di DeFi akhir-akhir ini.

Artikel ini menganalisis penyesuaian tersebut secara sistematis dari empat sudut pandang: tinjauan timeline, analisis data, pembahasan sentimen, dan proyeksi skenario.

Penyesuaian Inti: Perombakan Mekanisme Emisi Token

Perubahan inti Aster dapat dirangkum sebagai berikut: menghilangkan unlock bulanan linear untuk kategori ekosistem dan komunitas, serta hanya merilis token baru melalui reward staking.

Berdasarkan pengumuman resmi, berikut perbandingan perubahan yang dilakukan:

Metode Perbandingan Sebelum Penyesuaian Setelah Penyesuaian
Mekanisme Rilis Unlock bulanan linear Hanya dirilis melalui reward staking
Volume Rilis Bulanan Sekitar 78,4 juta ASTER Sekitar 1,8–2,25 juta ASTER
Persentase Rilis (dari total) Sekitar 1% Sekitar 0,022%–0,028%
Siklus Rilis Bulan kalender tetap Setiap minggu disebut Epoch

Penyesuaian ini mulai berlaku pada 30 Maret 2026. Aster menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap masukan komunitas terkait "pengurangan dilusi token".

Latar Belakang dan Tonggak Penting

Aster menyelesaikan Token Generation Event (TGE) pada 17 September 2025, dengan unlock dan distribusi awal sebanyak 704 juta ASTER melalui airdrop, mewakili 8,8% dari total suplai.

Tonggak waktu utama:

  • September 2025: TGE diluncurkan dengan model unlock linear, merilis sekitar 78,4 juta ASTER setiap bulan.
  • Desember 2025: Aster memperkenalkan program buyback, mengalokasikan 80% biaya platform harian untuk membeli kembali ASTER di pasar sekunder.
  • Awal Maret 2026: Aster meluncurkan public chain L1 khusus, Aster Chain, yang memanfaatkan teknologi ZK.
  • 30 Maret 2026: Mengumumkan peralihan ke model emisi staking, menegaskan bahwa token ekosistem dan komunitas yang telah di-unlock sejak TGE belum digunakan (kecuali untuk reward staking).

Penyesuaian ini bukanlah kejadian terpisah; melainkan bagian dari strategi terpadu bersama program buyback dan peluncuran mainnet L1, semuanya bertujuan "mengurangi suplai beredar dan memperkuat insentif staking".

Perspektif Data: Dari Mana Angka Pengurangan 97% Berasal?

Struktur Alokasi Token

Menurut halaman tokenomik resmi Aster, total suplai maksimum adalah 8 miliar ASTER, dialokasikan sebagai berikut:

Kategori Alokasi Persentase Kuantitas (berdasarkan 8 miliar) Catatan
Airdrop 53,5% 4,28 miliar 8,8% di-unlock saat TGE, sisanya dirilis secara linear selama 80 bulan
Dana Ekosistem & Komunitas 30% 2,4 miliar Sebelumnya dirilis secara linear selama 20 bulan, kini dialihkan ke pool reward staking
Treasury 7% 560 juta Terkunci penuh, penggunaannya membutuhkan persetujuan governance
Tim 5% 400 juta Lockup 12 bulan, lalu dirilis linear selama 40 bulan
Likuiditas & Listing 4,5% 360 juta Unlock penuh saat TGE

Secara keseluruhan, komunitas (airdrop + ekosistem & komunitas) menyumbang lebih dari 80%, sementara tim hanya memegang 5%. Alokasi ini menjadikan Aster sebagai proyek "berbasis komunitas" di antara DEX lain.

Data Inti di Balik Perubahan Emisi

Sebelum penyesuaian, sekitar 78,4 juta ASTER di-unlock setiap bulan (sekitar 1% dari total suplai).

Setelah penyesuaian, emisi staking ditetapkan sebesar 450.000 ASTER per minggu. Dengan 4–5 Epoch per bulan, emisi bulanan berkisar 1,8–2,25 juta ASTER.

Perhitungan pengurangan:

(78,4 juta – sekitar 2 juta) / 78,4 juta ≈ 97%

Perlu dicatat bahwa perhitungan ini didasarkan pada tingkat emisi staking saat ini. Emisi aktual akan berfluktuasi sesuai partisipasi staking dan durasi Epoch.

Model Insentif Staking Ganda

Aster saat ini menerapkan sistem insentif staking ganda:

  • Pool Reward Tahunan Dasar: 150.000 ASTER
  • Pool Reward Loyalitas: 300.000 ASTER, didistribusikan berdasarkan durasi staking dan aktivitas trading

Mekanisme ini dirancang agar emisi token terkait dengan perilaku lockup jangka panjang dan kontribusi trading pengguna, bukan sekadar rilis berbasis waktu tetap.

Pandangan Pasar yang Beragam: Pengetatan Suplai vs. Trade-Off Reward

Diskusi pasar terkait penyesuaian ini berfokus pada beberapa poin utama:

Pandangan positif tentang pengetatan suplai

Sebagian besar analis percaya bahwa pengurangan emisi bulanan sebesar 97%, ditambah buyback 80% fee, secara matematis memungkinkan ASTER memasuki kondisi "net deflasi". Pendekatan "emisi rendah + buyback berkelanjutan" dinilai efektif untuk mengatasi dilusi token.

Dampak pada reward staker

Beberapa pihak berpendapat bahwa penurunan emisi tajam akan mengurangi reward ASTER bagi staker. Namun, ada juga yang menilai jika suplai yang berkurang mendorong harga token naik, reward dalam denominasi fiat mungkin tidak menurun. Mekanisme reward loyalitas lebih menguntungkan locker jangka panjang dan trader aktif, bukan semua staker secara merata.

Sinergi dengan strategi L1

Peluncuran Aster Chain bertepatan dengan perombakan tokenomik. Analis menilai bahwa chain L1 khusus dapat menangkap lebih banyak nilai fee trading, sebagian dialokasikan untuk buyback, sehingga menciptakan siklus positif: "aktivitas trading meningkat → buyback lebih banyak → suplai makin ketat".

Kontroversi dan keraguan

Sebagian kecil mempertanyakan apakah pengurangan 97% terlalu agresif. Jika aktivitas trading menurun dan pendapatan fee platform berkurang, intensitas buyback bisa melemah. Mengandalkan emisi staking saja untuk mengendalikan suplai mungkin belum cukup untuk menopang nilai token. Kekhawatiran ini masih menunggu pembuktian seiring waktu.

Signifikansi Sektor: Tokenomik Sebagai Referensi Model

Implikasi untuk desain tokenomik DEX

Penyesuaian Aster menjadi contoh pergeseran DeFi dari "insentif inflasi tinggi" ke model "emisi rendah + buyback deflasi". Sejumlah DEX dan protokol lending telah mencoba model veToken atau mekanisme buyback-and-burn untuk mengendalikan suplai. Pendekatan unik Aster adalah sepenuhnya mengganti unlock linear dengan emisi staking, membatasi suplai baru hanya pada "perilaku kontributif (staking + trading)".

Dampak potensial pada dinamika kompetitif

Aster menonjol di sektor DEX perpetual sebagai salah satu proyek dengan "chain L1 khusus + model emisi rendah + alokasi komunitas tinggi". Jika penyesuaian ini mampu menstabilkan harga tokennya, para pesaing mungkin akan meninjau ulang parameter tokenomik mereka.

Pengaruh terhadap perilaku pengguna

Model emisi staking secara alami lebih menguntungkan locker jangka panjang dibanding spekulan jangka pendek. Jika mekanisme reward loyalitas (berbasis durasi lockup dan volume trading) berjalan baik, hal ini bisa menggeser pengguna dari pola "farm-and-dump" ke siklus "stake → trade → re-stake".

Tiga Skenario Evolusi dan Metode Pantauan Utama

Berdasarkan informasi saat ini, trajektori Aster pasca penyesuaian dapat diproyeksikan ke tiga skenario:

Skenario 1: Penguatan Positif

  • Pemicu: Aster Chain menarik volume trading yang cukup, pendapatan fee terus tumbuh, intensitas buyback tetap stabil, partisipasi staking meningkat.
  • Hasil kemungkinan: Buyback bulanan konsisten melebihi emisi, ASTER masuk kondisi net deflasi, harga token mendapat dukungan fundamental, lebih banyak pengguna memperpanjang periode lockup demi reward loyalitas.

Skenario 2: Keseimbangan Netral

  • Pemicu: Volume trading tetap di level saat ini atau sedikit berfluktuasi, buyback dan emisi relatif seimbang, partisipasi staking stabil.
  • Hasil kemungkinan: Suplai beredar ASTER tetap stabil atau sedikit menurun, penyesuaian tokenomik berhasil "mengurangi dilusi" namun belum deflasi kuat, proyek menyesuaikan tingkat emisi staking berdasarkan masukan pasar.

Skenario 3: Tantangan Baru

  • Pemicu: Aktivitas trading kontrak perpetual on-chain menurun, volume trading Aster menyusut, pendapatan fee dan buyback melemah.
  • Hasil kemungkinan: Jika emisi tetap sementara buyback menurun, suplai net bisa positif; reward staking dalam denominasi token kehilangan nilai sehingga partisipasi staking berkurang; proyek mungkin perlu menyesuaikan rasio emisi staking atau buyback untuk menjaga keseimbangan.

Kesimpulan

Langkah Aster memangkas unlock token bulanan sebesar 97% dan beralih ke model emisi staking merupakan eksperimen tokenomik signifikan di DeFi. Logika utamanya adalah mengaitkan suplai baru secara erat dengan kontribusi nyata pengguna di platform (staking dan trading), bukan sekadar rilis berbasis waktu.

Dari perspektif data, kombinasi buyback fee 80% dan pengurangan emisi 97% secara matematis mendukung model deflasi. Namun, validitas logika ini sangat bergantung pada kemampuan Aster Chain menjaga aktivitas trading dan pendapatan fee yang cukup. Bagi pelaku pasar, metrik utama yang perlu dipantau adalah: selisih antara buyback aktual dan emisi, tren partisipasi staking, serta dampak nyata mekanisme reward loyalitas terhadap perilaku pengguna.

Efek penyesuaian ini akan terlihat pada data on-chain dalam 3–6 bulan ke depan. Terlepas dari hasilnya, pendekatan Aster memberikan referensi berharga untuk desain tokenomik di sektor DEX.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten